Scroll to Top

Durian Bisa Bikin Kolesterol Naik. Mitos atau Fakta?

By Ilham Choirul / Published on Monday, 21 Nov 2016

memilih durian

Durian adalah salah satu  “makanan raja” di Indonesia. Rasanya sangat lezat dan tidak di sembarang tempat dapat dengan mudah ditemukan. Tidak heran jika tidak berada di wilayah yang menjadi endemik durian, harga jualnya melambung tinggi mengalahkan buah-buahan lainnya. Meski demikian, rasanya yang sangat manis dan bau harumnya yang menyengat seringkali tidak disukai oleh masyarakat di negara lain seperti Eropa dan Amerika Serikat.

Nah, buah durian selama ini memiliki mitosnya sendiri. Paling sering, makan durian dikaitkan dengan meningkatnya kolesterol dan mengandung alkohol. Anggapan ini tidak lepas dari adanya peristiwa “mabuk durian” ketika seseorang mengonsumsinya berlebihan. Sebenarnya seberapa akurat mitos-mitos tersebut? Dikutip dari laman Bobonesia, berikut beberapa mitosnya:

“Durian meningkatkan kolesterol dalam darah”. Tidak ada rujukan ilmiah bahwa makan durian dapat menaikkan kadar kolesterol. Bahkan, sampai saat ini, belum ditemukan buah-buahan yang memicu terbentuknya kolesterol. Perlu dipahami, sekira 80 kolesterol di badan sebenarnya diciptakan sendiri oleh tubuh. Sementara sisanya merupakan pasokan dari lemak hewani. Jadi anggapan tersebut hanya mitos.

“Durian mengandung alkohol dan memabukkan”. Anggapan ini juga hanya mitos dan tidak bisa dijadikan rujuan. Buah-buahan dapat menimbulkan alkohol jika terjadi fermentasi gula atau karbohidrat yang dimilikinya. Buah-buahan segar tidak mengandung alkohol, termasuk pada durian.

“Durian lebih banyak kandungan lemaknya”. Durian justru kaya dengan gizi yang beraneka ragam. Misalnya ada kandungan vitamin B, C, zat besi, kalium, fosfor, magnesium, omega 3, dan omega 6. Dalam durian juga ada antioksidan untuk melawan radikal bebas. Menariknya lagi, makan durian mampu menyuplai energi bagi tubuh karena memiliki kandungan gula yang mudah dicerna.

Komentar Anda