Scroll to Top

Gugun Blues Shelter: Di Setiap Negara Pasti Ada Alay

By Aditya / Published on Monday, 26 Dec 2011

Gugun Blues Shelter (GBS) tidak ambil pusing dengan pendapat yang menganggap bahwa musik blues masih dipandang di sebelah mata di Indonesia. Menurut grup yang digawangi oleh Gugun, Jono, dan Bowie ini, setiap industri musik pasti ada yang sedang populer dan menjadi komoditas utama.

“Sebenarnya kalau ngomong pasar atau musik industri itu sama aja. Cuma bunyinya saja yang (berbeda), kayak di sini (musik) Melayu, di setiap negara pasti ada alay,” ujar Jono, pembetot bass GBS di Jakarta belum lama ini.

Gugun, sang frontman, menimpali bahwa masyarakat Indonesia kebanyakan lebih suka dengan musik yang bernuansa cengeng, dan itu berlangsung dari masa ke masa.

”Di Indonesia yang disukai yang musik cengeng, mau sepatunya pakai paku-paku tetap saja lagunya cengeng. Gue besar di tahun 1980-an yang paling laku dari dulu ya musik cengeng. Tetap saja yang populer sampai sekarang adalah yang musik non distorsi,” papar Gugun.

GBS sendiri menyatakan tidak pernah merasa cemburu dengan kondisi permusikan di Indonesia yang belum memihak pada aliran blues yang mereka usung.

”Tidak ada istilah cemburu, industri memang seperti itu, dan di Indonesia juga begitu,” tutup Gugun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda