Scroll to Top

5 Hal Ini Bisa Meloloskan Anda dari Operasi Zebra

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 29 Nov 2016

Operasi Zebra 2014

Pertengahan sampai November 2016 secara serentak di Indonesia, Satuan Polisi Lalu Lints mengadakan Operasi Zebra. Aktivitas ini bertujuan menertibkan pengguna kendaraan bermotor agar lebih sadar dalam berlalu lintas. Jika dalam operasi ini kedapatan ada pelanggaran yang dilakukan pengendara, maka akan mendapatkan surat tilang.

Sebenarnya sanksi tilang bisa dihindari selama pengendara patuh terhadap aturan yang berlaku. Misalnya membawa surat-surat kendaraan hingga dan melengkapi kebutuhan berkendara. Dikutip dari laman Okezone, lima hal berikut jika dilakukan berpeluang meloloskan pengendara dari jeratan pelanggaran saat ada Operasi Zebra maupun yang sejenis:

Lengkapi apapun yang diperlukan saat berkendara. Anda wajib memakai helm, mengenakan sabuk keselamatan untuk pengendara roda empat, melengkapi spion, dan sebagainya. Baiknya kelengkapan ini juga tetap dipertahankan saat berkendara sekalipun tidak sedang musim operasi dari kepolisian untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Hindari mengganti knalpot standar dengan versi racing. Hal ini melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009. Ancamannya adalah pidana kurangan paling lama satu bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu.  Menggunakan knalpot bising hanya akan membuat Anda terkena tilang.

Nyalakan lampu utama selama berkendara. Aturan menyalakan lampu sepanjang berkendara ini sudah dimulai sejak 2009 lalu. Fungsinya untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan para pengguna jalan. Sesuai Pasal 107 ayat 2 dalam UU Nomor 22 Tahun 2009, pelanggarnya bisa diganjar dengan hukuman kurungan 15 hari atau denda maksimal Rp 100 ribu.

Jangan melanggar rambu lalu lintas. Apapun rambu yang Anda temui di jalan, sebaiknya ditaati. Rambu-rambu lalu lintas dipasang di berbagai tempat dengan maksud untuk meningkatkan keamanan pengguna jalan. Setiap rambu memiliki makna berbeda sesuai kebutuhan di setiap tempat yang dipasang. Melanggar rambu bisa mengantarkan Anda untuk mendapatkan surat tilang.

Bawa SIM dan STNK. Dua “surat sakti” tersebut jangan sampai terlupa waktu berkendara. Tidak membawa salah satunya berarti Anda telah melakukan pelanggaran dan bisa ditilang. Bahkan, tidak bisa menunjukkan STNK kemungkinan bisa membuat motor Anda ditahan sementara.

Komentar Anda