Scroll to Top

Maurizio Zamparini: Hobi Memecat Pelatih

By Wan Faizal / Published on Wednesday, 28 Dec 2011

Jika saja ada penghargaan dengan kategori presiden klub sepakbola yang paling “gila”, mungkin Presiden Palermo, Maurizio Zamparini yang akan menjadi kandidat tunggal untuk memenanginya.

Kenapa? Tengok saja kiprahnya sejak memimpin Palermo pada 2002 silam. Pebisnis Italia itu tercatat telah 21 kali mempekerjakan seorang pelatih. Jika dirata-rata, berarti Palermo berganti pelatih 2,3 kali dalam tiap tahunnya.  Wow!

Bahkan hanya di tahun 2011 ini saja, Zamparini telah mempekerjakan lima nama pelatih, yakni Serse Cosmi, Delio Rossi, Stefano Pioli, Devis Mangia, dan yang terakhir adalah Bortolo Mutti.

Presiden kelahiran 9 Juni 1941 itu memang terkenal punya sifat yang keras dan tidak sabaran. Ketika pelatih timnya gagal membawa hasil terbaik dalam beberapa pekan saja, alamat buruk bisa menimpa sang pelatih.

Contohnya Cosmi. Mulai bekerja pada 28 Februari 2011, pelatih yang kini membesut Lecce itu hanya menangani Fabrizio Miccoli dkk hanya dalam empat pertandingan saja. Kekalahan 4-0 atas Catania saat itu membuat Zamparini sudah hilang kesabaran pada Cosmi.

Tak hanya itu, Zamparini pun kadang kerap merecoki kewenangan sang pelatih dalam hal penentuan strategi bermain timnya. Hal yang tentunya membuat pelatih merasa gerah berada di Palermo.

Uniknya, meski sering memecat pelatih, Zamparini terkadang memanggil pelatih lama yang telah dipecatnya untuk menduduki jabatan pelatih I Rossaneri.

Ambil contoh Rossi. Ia dipecat pada bulan Februari 2011 dan digantikan oleh Cosmi. Ketika Cosmi pada akhirnya dipecat, Zamparini kembali memanggil Rossi untuk menukangi timnya.

Kejadian serupa juga pernah dialami beberapa pelatih lain, sebut saja Francesco Guidolin dan Stefano Colantuono. Bahkan Guidolin tercatat empat kali melatih Palermo di era Zamparini.

Sekarang, harapan Zamparini ada pada Mutti, sosok pelatih berusia 57 tahun. Mutti sendiri sebenarnya bukanlah orang baru bagi Palermo karena ia juga pernah melatih Palermo pada tahun 2001 silam.

“Saya memilih Mutti karena ia adalah pelatih yang cukup tenang,” kata Zamparini setelah menunjuk Mutti.

Namun pujian yang dilontarkan Zamparini pada Mutti tidak bisa dijadikan patokan bahwa Mutti akan bertahan lama di Stadio Renzo Barbera. Lihat saja nasib yang dialami Pioli, nama ketiga yang melatih Palermo tahun ini.

“Saya memandang Pioli sebagai pelatih jempolan. Ia sangat termotivasi dan rendah hati. Ia akan bertahan lama bersama Palermo dalam waktu yang lama,” ujar Zamparini.

Namun apa yang terjadi? Karier kepelatihannya yang dimulai sejak akhir musim lalu harus berakhir ketika Serie-A musim ini belum bergulir.

Sama juga seperti yang dialami Mangia. Pelatih berumur 37 tahun itu bahkan disebut-sebut Zamparini sebagai Arsene Wenger-nya Italia. Sayang nasib “Wenger dari Italia” itu harus berakhir bulan ini setelah Palermo kalah 0-2 dari Catania.

Pertanyaannya sekarang adalah, berapa lama Mutti bisa bertahan sebagai pelatih Palermo?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda