Scroll to Top

Mengapa Bakteri Salmonella Mudah Ditemukan pada Telur Mentah?

By Ilham Choirul / Published on Monday, 02 Jan 2017

telur ayam ras

Kehadiran bakteri Salmonella menjadi kekahwatira ketika seseorang mengonsumsi telur mentah maupun setengah matang. Pasalnya, bakteri ini terbilang cukup berbahaya jika sudah sampai menginfeksi tubuh. Penderita akan mengalami gejala yang mirip keracunan makanan. Misalnya muntah, diare, dan sebagainya.

Mari kita telusuri asal muasal menempelnya bakteri Salmonella pada telur. Salmonella sebenarnya sering ditemui pada beragam produk hewani. Contohnya telur, susu, dan daging. Pada telur, Salmonella hidup di cangkang telur dan sebagiannya lagi dapat masuk di dalam telur mentah.Oleh sebab itu, mengonsumsi telur baiknya dimasak lebih dahulu dan matang. Bakteri ini tidak tahan dengan panas. Proses pemanasan saat memasak membuatnya mati.

Celakanya jika orang sampai terinfeksi Salmonella, maka gejala-gejala masalah kesehatan akan muncul dalam 72 jam usai makan telur mentah. Paling sering ditemui yaitu mengalami kram perut, mual, diare, dehidrasi, demam, sampai nyeri kepala. Dan, gejala ini bisa bertahan 4-7 hari.

Infeksi Salmonella dapat dilakukan pengobatan di rumah. Namun jika kondisi seseorang terjadi cukup parah, seperti banyak kehilangan cairan, maka perlu dirujuk ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan lebih ketat.

Seperti dikutip dari laman Okezone, kasus infeksi Salmonella tidak sebanyak di tahun 1990-an. Berkurangnya kasus ini terjad karena kesadaran untuk melakukan pasteurisasi pada beragam produk hewani telah banyak dilakukan. Termasuk, orang juga mulai sadar untuk mengonsumsi telur dengan memasaknya sampai matang lebih dahulu.

Meski demikian, ada kelompok tertentu yang tubuhnya cukup berisiko kena infeksi Salmonella. Mereka adalah anak-anak, lansia, orang yang bermasalah dengan imunitas, hingga ibu hamil. Kelompok ini sebaiknya sama sekali tidak memakan telur dalam keadaan mentah atau setengah matang.

Komentar Anda