Scroll to Top

Tips Menjadi Pembonceng Sepeda Motor agar Berkendara Tetap Aman

By Ilham Choirul / Published on Monday, 02 Jan 2017

cewek bonceng

Bukan hanya pengendara sepeda motor saja yang harus memerhatikan keselamatannya. Pembonceng motor atau boncenger pun harus memahami berbagai hal untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan berkendara.  Dengan begitu, sikap yang dilakukan oleh boncenger tidak sampai membuat pengendara kaget dan melakukan manuver berbahaya.

Dikutip dari laman Okezone, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh boncenger agar perjalanan dengan sepeda motor tidak membahayakan:

Selalu pakai piranti pendukung keselamatan. Untuk urusan ini, mengenakan helm adalah kewajiban sekalipun hanya sebagai pembonceng. Di samping itu sebaiknya juga memakai jaket dengan padding, boots riding, dan sarung tangan saat melakukan perjalanan jarak jauh seperti yang dikenakan pengendara.

Jangan melawan arah tubuh sewaktu menikung. Pengendara sangat terpengaruh oleh gerakan yang dilakukan pembonceng. Apalagi jika melewati tikungan, gerakan tubuh yang melawan arah saat menikung akan mengganggu pengendara. Tubuh sebaiknya tetap mengikuti alur gerakan motor dan netral.

Pada waktu terjadi akselerasi dan pengereman, sebaiknya pembonceng berpegangan. Kedua tindakan tersebut biasanya membuat pembonceng kaget. Untuk itu sebaiknya pembonceng berpegangan yang kuat. Pegangan yang disarankan adalah sandaran jok bagi sepeda motor yang memilikinya. Jika tidak ada sandaran, bisa memegang pada behel. Kalau harus berpegangan pada tubuh pengendara, pastikan tidak sampai mengganggu konsentrasinya.  Berpegangan pada behel membuat tubuh tetap pada tempatnya dan tidak memberikan beban tambahan bagi pengendara.

Komentar Anda