Scroll to Top

8 Rekrutan Terbaik di Bursa Transfer Musim Dingin Liga Spanyol

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 29 Dec 2011

Bursa transfer musim dingin selalu memberikan cita rasa tersendiri bagi klub-klub Liga Spanyol. Banyak yang berkata, inilah saatnya memberikan koreksi penuh bagi skuad yang loyo.

Pemain baru yang didatangkan pada Januari, diharapkan mampu mengangkat performa tim yang tengah terpuruk. Atau, sekadar pelapis tim yang sudah solid. Ada kalanya sebaliknya. Dengan harga mahal, pemain yang direkrut di tengah dinginnya suhu Eropa, ikut tenggelam.

Berikut ini 8 pemain yang sukses melewati kutukan kegagalan bursa transfer musim dingin di La Liga, seperti yang dilansir Marca. Mereka menjadi kunci permainan tim dan tidak butuh waktu lama untuk nyetel dengan skuad baru.

1. Pablo Aimar

Penerus Diego Maradona ini dibeli Valencia pada Januari 2001. Gelandang berambut kriwil sebelumnya bermain untuk River Plate di tanah asalnya, Argentina. Dibanderol 24 juta Euro, Aimar menunjukkan kualitas sebenarnya. Tampil 10 kali, Aimar sukses membawa Valencia menjadi kampiun La Liga di musim pertamanya. Sayang, pada musim-musim berikutnya, karena rentan cedera, ia kemudian dilego ke Real Zaragoza.

2. Nihat Kahveci

Pria Turki ini dibeli Real Sociedad dari Besiktas pada Januari 2002. Tentu saja atas keinginan sang pelatih John Toshack, yang pernah mengangkatnya dari tim junior Besiktas pada tahun 1997/1998. Kepercayaan Toshack dibayar Nihat dengan apik.

Sepanjang pertengahan akhir musim 2001/2002, Nihat memang mengemas 1 gol saja. Namun, selang setahun, ia nyaris menjadi pichichi Liga Spanyol dengan torehan 23 gol. Ia setara dengan Ronaldo, dan Nihat cuma kalah dari Roy Makaay, bomber Deportivo La Coruna yang mencetak 29 gol.

3. Humberto Suazo

Namanya memang jarang didengar, namun Suazo cukup memberi bukti dengan hasil di lapangan. Tahun 2006, ia dinobatkan IFFHS sebagai pencetak gol terbaik tahun tersebut.

Merumput di tanah Amerika hampir sepanjang kariernya, Suazo membuka peruntungan pada Januari 2010. Real Zaragoza meminjamnya dari Monterrey dengan opsi pembelian pertama seharga 10 juta Euro.

Sialnya, dalam waktu enam bulan, Suazo mampu mencetak 6 gol dalam 17 pertandingan dan berkontribusi besar bagi tim. Alhasil, Monterrey menaikkan harga menjadi 25 juta Euro. Tak kuat membeli, Zaragoza pun mesti gigit jari ketika Suazo kembali ke Meksiko awal musim ini.

4. Dani Alves

Datang dari tanah sepakbola, Brazil, Dani Alves langsung menjadi berlian mahal di Liga Spanyol. Awalnya, Sevilla cuma meminjamnya dari Bahia.

Apa boleh buat, sejak didatangkan pada Desember 2002, Alves tampil trengginas di sisa musim 2002/2003. Ia tampil 11 kali dan melepaskan 2 assist. Kecepatannya mengiris sisi kanan pertahanan lawan dianggap yang terbaik, bahkan hingga saat ini.

Sevilla pun membuat kontrak Alves permanen setengah tahun kemudian. Total dalam 5,5 musim merumput bersama Sevilla, ia mencetak 16 gol dan 73 assist. Karier pemain Brazil di klub Andalusia berakhir kala Barcelona “merampasnya” dengan harga 30 juta poundsterling.

5. Gonzalo Higuain

Sulit menyebutkan, sebenarnya Higuain termasuk pembelian gagal atau sukses di bursa transfer musim dingin. Ia sempat mandul dalam 1,5 tahun berseragam Los Blancos.

Didatangkan dari River Plate seharga 13 juta Euro, Higuain sempat membuat pendukung Real Madrid panik karena memiliki penyerang melempem. 11 gol dari 57 laga bukan prestasi yang membanggakan. Untungnya Pipa, julukan Higuain, melesat dalam tahun-tahun terakhir.

Seandainya tidak cedera pada awal tahun ini, pasti torehan minimal 20 gol setiap musim dalam tiga musim terakhir, akan tergapai. Sebuah rekor yang membuat Chelsea berminat kepadanya.

6. Edgar Davids

Usianya sudah 31 tahun saat direkrut Barcelona dengan status pinjaman pada awal tahun 2004. Kala itu, Frank Rijkaard sang pelatih tengah berada dalam ancaman menyusul permainan buruk El Barca, jauh daripada status elite Barcelona di tahun-tahun terakhir.

Cuma dipinjam, dan bukan dikontrak permanen, Davids tetap tampil menyengat. Aksinya menggasak lini tengah, mampu membawa Barcelona duduk di posisi runner-up klasemen akhir musim 2003/2004.

Meskipun setelah itu ia dijual Juventus ke Internazionale —dan Barcelona tak bisa memperpanjang kontraknya– David dianggap sebagai salah satu katalisator yang memicu kesuksesan tim Rijkaard 2-3 tahun kemudian.

7. Julio Baptista

Ia sudah uzur, tapi Malaga memang menyukai pemain tua. Maka dengan harga 2,5 juta Euro pada Januari 2011, Julio Baptista ditransfer klub kaya baru Spanyol dari AS Roma.

Hasilnya fantastis. Malaga selamat dari degradasi dan Baptista mencetak 9 gol hanya dalam 11 pertandingan!

Julio Baptista

8. Giovani dos Santos

Gagal melunakkan hati pelatih Tottenham Hostpur, Giovani dos Santos mesti merasakan pahitnya dipinjamkan ke tiga klub berbeda. Beruntunglah di klub terakhir, Racing Santander, ia tampil memukau.

Ya, Giovani dipinjam Racing pada Januari 2011. Tampil 16 kali, ia membukukan 5 gol dan 2 assist. Ia berperan sangat vital bagi klub yang sekarang bergulat di zona degradasi. Dan, kalau Januari ini Tottenham tak mau lagi memakai jasa pemain Meksiko, sudah banyak klub Spanyol yang berminat dengan eks pemain Barcelona ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda