Scroll to Top

7 Rekrutan Terburuk di Bursa Transfer Musim Dingin Liga Spanyol

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 29 Dec 2011

Kita sudah membahas 8 rekrutan terbaik di bursa transfer musim dingin Liga Spanyol. Berikutnya, ada 7 pemain yang justru tampil di luar harapan. Didatangkan pada pertengahan kompetisi, mereka gagal total. Bahkan, tak jarang disebut sebagai pengganggu irama bermain sebuah klub.

1. Jose Sand

Penyerang asal Argentina begitu menyengat di dua klub terakhirnya. Bersama Lanus (2007-2009), ia mencetak 50 gol dalam 67 laga. Di Al-Ain, ia bahkan mencetak lebih banyak gol dari jumlah pertandingan. 31 gol dalam 30 laga membuat Deportivo La Coruna tertarik kepadanya.

Namun, tragedi pun menimpa striker yang sudah dua kali tampil untuk timnas. Dipinjam sejak Januari 2011, Sand tidak bisa mencetak satu gol pun di klub pertamanya di Eropa. Alhasil, Super Depor tak mau melanjutkan opsi pembelian 3 juta Euro. Kini, Sand tengah mengembalikan kepercayaan diri di Tijuana, klub Meksiko

2. Maxi Lopez

Penyerang Argentina lain yang menuai kesialan. Ia diproyeksikan mengganti Henrik Larsson yang cedera. Maxi Lopez sempat tampil memukau dengan sebuah gol spektakuler di laga debut menghadapi Chelsea.

Namun, dalam 1,5 tahun, gol tadi menjadi satu dari hanya 2 gol yang dicetaknya. Total, Maxi Lopez cuma bermain 19 kali. Hal yang membuat Barcelona menahan napas karena harga belinya mencapai 16,2 juta Euro. Kelak, ia akan dijual lagi dengan harga 2 juta Euro atau turun hingga 1/8 harga beli.

Maxi Lopez

3. Winston Bogarde

Ia dibeli Barcelona dari AC Milan dengan tujuan memperkuat “koneksi Belanda” di klub Catalan pada Januari 1998. Maklum, saat itu ada Louis van Gaal sebagai arsitek El Barca. Van Gaal dikenal mengimpor pemain Belanda ke Camp Nou dalam tahun-tahunnya di sana.

Namun, kali ini Van Gaal keliru. Selama 2,5 musim berkostum Barcelona, Bogarde lebih sering menjadi teror pertahanan klubnya sendiri.

4. Elias

Pemain bernama lengkap Elias Mendes Trindade dibeli Atletico Madrid pada Januari 2011. Berposisi gelandang, Elias tak cukup memberi kontribusi untuk tim. Bahkan, meski ia mencetak 2 gol dalam 14 laga.

Bulan Agustus, ia dijual ke Sporting Lisbon seharga 8,85 juta Euro. Setidaknya, Atletico Madrid tahu cara membuang pemain dengan benar.

5. Julien Faubert

Kalau ada rekrutan yang bernasib paling sial, Julien Faubert adalah orangnya. Ia dipinjam Real Madrid dari West Ham United pada Januari 2009. Konyolnya, Faubert selalu tertimpa apes.

Ia tidak ikut latihan rutin Real Madrid karena mengira hari tersebut adalah hari libur. Ia juga kedapatan tertidur di bangku cadangan saat Real Madrid melawan Villarreal. Alhasil, Faubert cuma bermain 2 kali untuk Los Blancos dalam masa peminjaman.

6. Renaldo

Kalau Anda ingin melihat pemain paling jago berpetualang, Renaldo orangnya. Ia 24 kali ditransfer ke klub lain sepanjang karier. Pada Januari 1996, Renaldo didatangkan Deportivo La Coruna dengan cita-cita tinggi. Bahkan, ia sempat berkata, “Saya mirip Ronaldo. Tapi, dengan huruf ‘e’.” Sayang, ucapan itu tak terbukti. Ia gagal total di Super Depor dan cuma bermain 23 kali dalam 3,5 musim

7. Antonio Cassano

Cassano mungkin begitu digdaya di Serie-A. Namun, tidak di Real Madrid. Masalah kegemukan gara-gara kebiasaan makan yang buruk menjadi kendala pemain internasional Italia. Dibeli pada Januari 2006, Cassano juga sempat bermasalah dengan banyak orang di Real Madrid. Dari pelatih Fabio Capello, hingga eks presiden Ramon Calderon.

Beruntunglah Sampdoria menyelamatkan karier Cassano yang hancur di Santiago Bernabeu. Sejak saat itu, si anak bengal menemukan performa terbaiknya lagi. Bahkan, kelak membantu AC Milan meraih scudetto.

Antonio Cassano

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda