Scroll to Top

Inter Milan Masih Optimis ke Liga Champions

By Wan Faizal / Published on Thursday, 05 Jan 2017

Icardi-Banega

Inter Milan masih menyimpan asa untuk mengakhiri musim ini dengan lolos ke Liga Champions alias berada di tiga besar klasemen. Menurut kapten Mauro Icardi, segalanya memang masih mungkin bagi mereka jika melihat bagaimana performa terkini Inter yang bisa memenangi tiga laga terakhirnya melawan Genoa, Sassuolo, dan Lazio.

Performa Inter musim ini memang tidak bisa dibilang stabil. Pergantian pelatih dari Frank De Boer ke Stefano Pioli membuktikan ada strategi yang salah dari Inter sejak awal musim lalu. Imbasnya, buruknya performa mereka sejak awal musim kompetisi hanya bisa membawa Inter menduduki peringkat ketujuh saat ini dengan koleksi 30 poin meski itu hanya berjarak lima angka saja dengan Napoli di peringkat ketiga.

Namun Inter memang boleh optimis jika melihat performa di tiga pertandingan terakhir. Setelah dibekap Napoli di San Paolo, berikutnya Inter bisa menghabisi Genoa, Sassuolo, dan Lazio yang menariknya dalam tiga pertandingan tersebut anak asuh Pioli bisa mencatatkan clean sheets alias tidak kebobolan sama sekali.

“Apakah kami bisa lolos (ke Liga Champions)? Ya, ini bukan hanya ambisi klub namun kami juga bisa menunjukkannya lewat performa kami selama Bulan Desember lalu. Kami bisa memenangi tiga pertandingan beruntun dan menemukan keseimbangan yang tepat. Masa depan kami memang kami sendiri yang menentukan dan kemudian kita lihat saja bagaimana situasinya pada Mei nanti,” terang Icardi.

Setelah memasuki tahun baru, Inter sebenarnya mendapatkan jadwal yang sangat bersahabat di Bulan Januari ini. Pasalnya, mereka hanya akan bertemu dengan lawan yang diatas kertas harusnya bisa dikalahkan dengan mudah yakni Udinese, Chievo Verona, Palermo, dan Pescara. Lantas, apakah Inter merasa percaya diri bisa menang di empat laga tersebut?

“Kami sebenarnya tidak boleh berpikir bahwa kami akan menang dengan mudah. Diatas kertas boleh saja kalian berpikir seperti itu namun Serie-A adalah liga yang kejam. Ketika kamu membiarkan lawan mengembangkan permainan, maka itu bisa sangat menyulitkanmu.”

Komentar Anda