Scroll to Top

Luna Maya dan Herjunot Ali Diteror Boneka Terkutuk Di Sekuel ‘The Doll Part 2′

By Arya Azhar / Published on Wednesday, 11 Jan 2017

the doll 2

Teror boneka terkutuk dalam film horor lokal laris ‘The Doll‘ segera berlanjut di sekuelnya yang akan tayang tahun ini berjudul ‘The Doll Part 2‘.

Namun kali ini pasangan Shandy Aulia dan Denny Soemargo yang menyukseskan film pertamanya ‘pensiun’ tak kembali hadir untuk film keduanya.

Mereka digantikan oleh pasangan baru yang akan diperankan oleh Luna Maya dan Herjunot Ali.

Rumah produksi Hitmaker Studio baru saja merilis poster resmi perdana dari film yang masih akan digarap oleh sutradara Rocky Soraya tersebut.

Posternya menampilkan sebuah rumah tua yang tampak angker tertutup kabut dan ranting-ranting pohon yang telah mengering. Sekilas terlihat seperti rumah dalam film horor Hollywood yang menjadi inspirasinya ‘The Conjuring‘.

Uniknya, walaupun mengangkat judul ‘Boneka’, teaser poster nya justru sama sekali tak menampilkan sosok sang boneka penebar teror.

the doll part 2

Film pertama The Doll yang tayang bulan Oktober lalu mengisahkan tentang pasangan Anya dan Daniel pindah ke sebuah rumah di Bandung dan siap menjalani kehidupan baru mereka. Tanpa sengaja, Daniel membawa pulang sebuah boneka dari lokasi proyek tempat ia bekerja di Jalan Siliwangi. Boneka tersebut ada di atas pohon yang kemudian ditebang untuk keperluan proyek real estatenya.

Anya, pembuat boneka, dengan senang hati meletakkan boneka itu di rumah mereka. Tapi Niken, tetangganya kaget ketika melihat boneka itu. Boneka itu bernama Ghawiah yang artinya jahat. Dulu boneka itu adalah milik seorang anak kecil bernama Uci yang meninggal ketika ia dan seluruh keluarganya dibunuh secara keji dalam perampokan.

Hingga akhir penayangannya, The Doll berhasil ditonton oleh lebih dari 550 ribu penonton dan menempati posisi 15 film Indonesia terlaris sepanjang tahun 2016. Sekaligus menjadi satu-satunya film bergenre horor yang masuk dalam daftar ini.

Apakah The Doll Part 2 mampu mengekor kesuksesan film pendahulunya?

Komentar Anda