Scroll to Top

Ini Faktor yang Bisa Memicu Bayi Lahir Prematur

By C Novita / Published on Tuesday, 31 Jan 2017

bayi tidur

Kelahiran bayi prematur terjadi bukan tanpa sebab. Ada beberapa faktor yang memicu janin lahir sebelum cukup masanya dari dalam rahim ibu. Data dari WHO mencatat pada 2013 lalu, sekira 1,5 juta bayi lahir sebelum 9 bulan.

Indonesia sendiri masuk dalam urutan ke 5 negara dengan kelahiran bayi prematur terbanyak di dunia. Apa penyebab umum sehingga bisa terjadi demikian? Laman family.fimela.com melansirnya seperti berikut:

Sebuah kelahiran disebut prematur jika usianya belum memasuki pekan ke 37. Umumnya tiga pekan sebelum hari perkiraan lahir, bayi sudah lahir.

Faktor pemicunya adalah, jika sebelumnya ibu pernah hamil janin kembar. Atau jarak hamil sebelumnya dengan yang saat ini kurang dari enam bulan. Bisa juga akibat sebelumnya sang ibu pernah keguguran, dan melakukan aborsi berulang.

Selain itu, faktor lain bisa disebabkan oleh kebiasaan merokok pada ibu, memakai obat-obat terlarang, stres berat, trauma, dan sisanya penyebab yang tak diketahui.

Bayi prematur sangat rentan mengalami komplikasi, sebab organ-organ pentingnya belum sempurna terbentuk. Terutama adalah paru-paru bayi, yang sangat penting untuk proses pernapasannya.

Karena itu bayi harus diberi alat pernapasan selama beberapa lama sembari menunggu proses penyempurnaan pembentukan organ tubuhnya.

Bayi prematur  juga rentan alami masalah pada jantung, sistem pencernaan, metabolisme, dan daya tahan tubuhnya lemah. Untuk jangka panjang, kognitif bayi pun bisa terpengaruh perkembangannya. Termasuk juga perilaku, psikologis, pendengaran, dan penglihatannya.

Untuk mempercepat pemulihan bayi, maka kontak dengan kulit ibu atau ayah perlu dilakukan rutin. Ini bahkan lebih efektif dibanding meletakkan di inkubator, demikian menurut ahli. Efeknya adalah napas bayi lebih teratur, tenang, suhu tubuh normal, kadar gula stabil, dan perkembanganya lebih cepat. Semoga bermanfaat.

Komentar Anda