Scroll to Top

Tottenham Hotspur: Siap Lewati Chelsea dan Arsenal

By Wan Faizal / Published on Friday, 30 Dec 2011

Jika kita berbicara sepakbola Inggris, maka perhatian akan tertuju pada tiga kota yang menjadi kiblat sepakbola disana, yakni Manchester, London, dan Liverpool.

Tak salah memang, di kota Manchester dan Liverpool terdapat dua tim yang menjadi penguasa sepakbola Inggris. Manchester United menguasai 19 gelar, sedangkan Liverpool satu gelar lebih sedikit.

London? Meski gelar yang dikoleksi tidak sebanyak keduanya, akan tetapi disana bercokol puluhan klub sepakbola. Mulai dari kompetisi kasta tertinggi hingga yang paling rendah.

Kota London memang identic dengan Chelsea atau Arsenal. Publik sering melupakan keberadaan Tottenham Hotspur yang sering menjadi kuda hitam di Inggris. Tapi sekarang, haram rasanya jika publik masih saja menganggap enteng tim berjuluk The Lilywhites itu.

Simpel saja patokannya. Dalam tiga musim terakhir, performa Spurs menanjak drastis. Musim 2009-2010 mereka mampu finish di urutan keempat klasemen dan bermain di Liga Champions di musim berikutnya.

Musim 2010-2011, memang sedikit menurun. Tapi mereka masih bisa mencicipi posisi kelima dan berhak meraih tiket ke Europa League dengan menyingkirkan Liverpool saat itu. Dan musim ini, meski masih berjalan 18 pekan, Luka Modric dkk mampu bertengger di posisi ketiga.

Eloknya, mereka hanya berselisih tujuh poin dari Manchester City yang berada di posisi puncak. Dengan masih memiliki satu partai tunda melawan Everton, tentu peluang Spurs cukup terbuka untuk meraih gelar juara musim ini.

Fenomena ini tentu cukup mengusik Chelsea dan Arsenal yang selama ini memang menjadi “wakil” London di Premier League. Paling simpel, lihat lah bagaimana posisi ketiga klub tersebut di klasemen akhir sejak era Premier League dimulai pada musim 1992-1993.

Sejak 1992-1993, Spurs hanya mampu dua kali finish diatas Chelsea dan Arsenal. Itu terjadi pada musim 1992-1993 (Spurs 8, Arsenal 10, Chelsea 11) dan 1994-1995 (Spurs 7, Chelsea 11, Arsenal 12). Pada musim 1995-1996, Spurs hanya mampu mengangkangi Chelsea saat itu.

Fakta tersebut membuktikan memang terjadi ketimpangan diantara ketiganya. Gelar juara? Sudah pasti Spurs tertinggal jauh dari Arsenal dan Chelsea.

Tapi kini, dengan memiliki pemain sekelas Modric, Gareth Bale, Emmanuel Adebayor, dan Rafael Van der Vaart, Spurs berubah menjadi tim yang mengganggu dominasi klub-klub mapan, terutama Chelsea dan Arsenal. Ditunjang dengan kemampuan manajer sekelas Harry Redknapp, semakin sempurna lah kekuatan Spurs.

Musim ini saja, baik The Blues atau The Gunners tak mampu mencuri kemenangan dari Spurs. Chelsea hanya bisa bermain seri 1-1, sedangkan Arsenal lebih parah karena takluk 2-1.

Dengan stabilnya performa saat ini, Spurs diprediksi akan kembali meraih tiket Liga Champions untuk musim depan serta “menyingkirkan” Chelsea dan Arsenal. Dengan catatan, mereka tidak kehilangan Modric yang santer diisukan akan pindah. Atau tidak kehilangan banyak pemain akibat cedera, terutama empat pemain yang disebutkan diatas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda