Scroll to Top

Maverick Vinales: Bintang Yamaha Bukan Aku, Tapi Valentino Rossi!

By vratislav / Published on Monday, 20 Feb 2017

Maverick Vinales Bintang Yamaha Bukan Aku, Tapi Valentino Rossi!

Maverick Vinales menyatakan, bahwa dirinya tidak pernah merasa jadi bintang di Movistar Yamaha. Pasalnya, ia menjadi rekan setim Valentino Rossi, legenda hidup MotoGP yang sudah tujuh kali menjadi juara kompetisi tersebut. Vinales menyebut, dirinya tidak perlu dibandingkan dengan The Doctor, karena dasarnya mereka memang berbeda.

Masuknya Maverick Vinales ke Yamaha musim ini dianggap bukan sekadar upaya tim tersebut mencari pengganti Jorge Lorenzo semata. Tetapi juga upaya jangka panjang mendapatkan pengganti Valentino Rossi. Usia Vinales yang masih sangat hijau, plus kemampuannya yang luar biasa, adalah alasan lain Yamaha mendatangkannya dari Suzuki.

Performa Maverick Vinales juga sangat cemerlang. Dalam tiga tes yang digelar di Valencia, Sepang, dan Phillip Island, pebalap Spanyol ini selalu mencatatkan waktu tercepat. Namun Vinales enggan jika disebut dirinya adalah calon juara. Ia malah menilai Valentino Rossilah sosok bintang sebenarnya di Yamaha.

Kata Vinales, “Mustahil merasa sebagai bintang di tim ini. Anda tidak bisa membandingkan diri dengan sosok seperti Valentino. Ia mungkin saja bermasalah pada suatu ketika, tetapi hari berikutnya ia akan menjadi pebalap terdepan.”

Ini Dia Taktik Maverick Vinales Adu Cepat vs Marc Marquez! (1)

Berbeda dengan Vinales, Valentino Rossi memang tidak cukup ampuh dalam tes pra musim. Terutama di hari terakhir tes Phillip Island, ketika cuma duduk di urutan 11 dan berbeda nyaris sedetik dari sang rekan setim. Tetapi Vinales menegaskan, dirinya tak ingin menebak-nebak terlalu awal, apakah ia pantas masuk kandidat juara atau tidak.

Ia menambahkan, “Ketika Anda memiliki motor (seperti Yamaha), semua orang melihat Anda ada di sana (urutan terdepan). Yang bisa saya katakan adalah, motor ini luar biasa, tim kami memiliki banyak pengalaman, mereka bekerja keras, sehingga demikianlah: kami punya motor yang sangat kompetitif. Saya hanya perlu mengebut dan konsisten.”

“Anda tidak pernah tahu yang terjadi di masa depan, mungkin saja di race pertama nanti, saya menderita.”

Komentar Anda