Scroll to Top

Diego Michiels Mengundurkan Diri, Pelita Jaya Menyalahkan PSSI

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 31 Dec 2011

Akhir tahun bukanlah hal menyenangkan bagi Pelita Jaya. Klub yang hingga kini masih berkutat di papan bawah klasemen Indonesia Super League ini siap-siap kehilangan para pemain pilarnya pasca kasus Diego Michiels.

Diego Michiels

Bek andalan mereka, Diego Michiels, mengirimkan surat pengunduran diri pada Kamis, 29 Desember lalu. Disinyalir oleh manajer Pelita Jaya, Lalu Mara Satria Wangsa, aksi Diego ini disebabkan ancaman penanggung jawab tim nasional PSSI, Bernhard Limbong.

Menurut Lalu Mara, seperti diberitakan Tempo, sebelumnya para pemain naturalisasi yang berada di Pelita Jaya, ditelepon oleh Bernhard Limbong. Namun, dari 4 hingga lima pemain tersebut, hanya Diego yang datang.

Sesuai statuta FIFA, pemain di liga ilegal memang tidak bisa memperkuat timnas. Barangkali inilah yang membuat Diego berpikir keras dengan nasibnya jika terus bertahan di Pelita Jaya.

Lalu Mara pun berencana untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. Ia menyebut tindakan Bernhard Limbong tidak etis, “Apa yang dilakukannya sungguh sangat tidak etis. Terlebih lagi dia sudah mengancam pemain saya. Saya akan membawanya ke hukum.”

Lalu Mara juga menyatakan Diego secara hukum masih terikat kontrak dengan Pelita Jaya. Ada tanggung jawab dan risiko yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja oleh pemain yang sering mendapatkan sorotan karena pergaulannya yang wah dengan selebritis Indonesia ini.

Bahkan, seolah ingin menyatakan ketegasan, Lalu Mara berganti mengancam PSSI. “Mulai detik ini, saya umumkan dan kibarkan bendera ‘perang’ kepada Limbong dan pengurus PSSI.”

Pengunduran diri Diego sendiri merupakan babak baru dalam persepakbolaan Indonesia. Sebelumnya, meskipun sudah dinyatakan ilegal oleh FIFA dan AFC, ISL masih saja melanjutkan kompetisi. Bahkan, “muka lain” dari tokoh-tokoh pembelot PSSI, berencana untuk menggelar KLB awal Maret nanti.

Namun, kini pendukung ISL yang mulai kerepotan. Para pemain barangkali tidak hanya membutuhkan uang dan liga yang dianggap “lebih profesional”. Tetapi juga, berhak tidaknya mereka bermain di timnas.

Sebelum kasus Diego, sebenarnya Safee Sali, penyerang Malaysia, sudah mewanti-wanti. Jika FIFA akhirnya benar-benar menegaskan ISL ilegal, ia siap pergi ke Australia demi menjaga jatah bermain di timnas Malaysia.

(Tempo/berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda