Scroll to Top

Pep Guardiola: Manchester City Lupa Cara Main di Liga Champions!

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 16 Mar 2017

Pep Guardiola Manchester City Lupa Cara Main di Liga Champions! (2)

Manchester City menjadi tim pertama dalam sejarah Liga Champions yang gagal lolos meski mencetak lima gol di leg pertama. Kalah 3-1 dari AS Monaco pada Kamis (16/3), The Citizens tersingkir karena kalah agresivitas gol tandang. Menurut Pep Guardiola, timnya seperti lupa cara bermain di kompetisi paling elite Eropa ini. Di babak pertama, Pep menilai timnya sangat buruk.

Manchester City bisa saja kalah tipis, dan bakal lolos ke perempat final Liga Champions. Pasalnya mereka sudah mengumpulkan kemenangan 5-3 di leg pertama. Tetapi Stade Louis II tidak bersahabat bagi The Citizens. Gol-gol dari Kylian Mbappe Lottin, Fabinho, dan Tiemoue Bakayoko membuat kemenangan City sebelumnya tidak berguna lagi.

Bagi Pep Guardiola, hancurnya City di 16 besar menjadi hal terburuk sepanjang kariernya sebagai pelatih. Sebelumnya bersama Barcelona dan Bayern Munchen, ia selalu mampu menembus semifinal. Dan kali ini, Pep tidak bisa menyalahkan siapapun kecuali timnya sendiri, yang tertinggal 2-0 di paruh pertama karena permainan yang kacau.

Kepada BT Sport, Pep menuturkan, “Kami memainkan babak kedua yang luar biasa, tetapi di babak pertama kami lupa (cara menuju babak kedua). Kami adalah tim yang ingin bertahan secara agresif tanpa (memegang) bola. Di babak kedua, kami sangat-sangat lebih baik, tetapi hal itu tidak cukup.”

Pep Guardiola Manchester City Lupa Cara Main di Liga Champions! (1)

“Tim lawan ada di sana (kondisi puncak dan tahu cara bermain). Kami akan belajar. Kami punya tim dengan pengalaman yang tidak cukup banyak di kompetisi ini. Di babak kedua kami punya peluang untuk mencetak banyak gol. Kami tidak melakukannya; dan inilah alasan kami gugur.”

Gol penentu kemenangan AS Monaco terjadi dari skema tendangan bebas, yang harusnya bisa diatasi oleh tim sekelas Manchester City. Soal ini, Pep mengungkap, “Set pieces sangat penting di level (16 besar) seperti ini. Tapi di babak pertama, kami tidak bermain seperti Manchester City yang sebenarnya. Inilah satu-satunya yang membuat saya sedih.”

 

Komentar Anda