Scroll to Top

Inilah Kisah Nyata Yang Menginspirasi Film Beauty and The Beast

By C Novita / Published on Saturday, 18 Mar 2017

Beauty-and-the-Beast

Film Beauty and The Beast sedang beredar saat ini di tanah air, mengisahkan kisah cinta seorang gadis cantik dengan pria buruk rupa. Ternyata cerita cinta itu benar-benar ada di abad ke-16 silam dan menjadi inspirasi ditulisnya sebuah buku yang menjadi dasar dibuatnya beberapa buah film dengan judul sama.

Adalah gadis bernama Catherine yang punya wajah cantik dan pria buruk rupa bernama Petrus Gonsalvus. Sebenarnya si pria mengidap kelainan langka, yang membuat hampir seluruh tubuhnya ditumbuhi rambut.

Karena pada abad ke-16 ilmu medis belum lagi banyak berkembang, maka kondisi Gonsalvus dianggap merupakan kutukan. Dilansir laman Mirror, Jumat (17/3/2017), penyakit yang diidap si pria dikenal dengan nama hipertrikosis, atau sindrom Ambras.

Petrus Gonsalvus atau Pedro Gonzalez adalah kelahiran Tenerife pada 1537. Ia adalah orang pertama yang dicatat mengalami sindrom Ambras. Kasus ini langka dan dikenal sebagai “sindrom manusia serigala”.

Hingga kini ada 50 kasus sindrom manusia serigala yang sudah terjadi sejak abad pertengahan silam.

Kisah Petrus sangat miris pada saat itu. Ia membuat mayoritas orang ketakutan, bahkan beredar isu ia makan bayi hidup-hidup dan sangat kejam. Padahal seperti manusia biasa, Petrus juga punya perasaan.

Dalam catatan sejarawan, pria buruk rupa itu ternyata adalah simbol status bangsawan. Saat masih kecil dirinya ditangkap dan jadi hadiah untuk penobatan Henry II dan Ratu Catherine de Medici. Ia dianggap seperti binatang langka.

Sarjana dan dokter saat itu mengira ia bisa mengaum seperti serigala. Namun saat Pedro menyebutkan namanya, mereka terkejut dan menyelidiki lebih lanjut keadaannya.

Paranormal dan ahli agama pun ikut memberi pendapat, bahwa Petrus tidak punya kekuatan magis. Ia pun dijuluki ‘Wildman’. Mereka mulai memberi pakaian untuk ia pakai, dan mengajarinya dengan pendidikan.

Wildman ternyata cerdas dan bisa belajar tiga bahasa dengan baik. Ia mulai diberikan kesempatan tampil di depan orang banyak, bahkan para bangsawan. Oleh seniman ia dilukis sebagai objek yang unik.

Dalam catatan sejarawan Roberto Zapperi, Petrus pun mulai dicarikan jodoh. Namun siapa wanita yang mau dengannya?

Tercatat ada seorang wanita bangsawan yang suaminya tewas pada tahun 1559 bernama Catherine. Dia lah yang akhirnya menerima pinangan Petrus dan menikah dengannya.

Mereka akhirnya memiliki dua orang anak lelaki, bernama Paolo dan Ercole. Keduanya lahir normal tidak membawa sindrom manusia serigala seperti sang ayah. Namun putra selanjutnya, Enrico dan Orazio menderita penyakit langka yang sama dengan sang ayah.

Kisah ini menginspirasi penulis Prancis Gabrielle-Suzanne de Villeneuve yang membuat cerita La Belle et la Bete pada 1740. Disney lantas menyadur dan mengganti judul menjadi Beauty and The Beast.

 

 

Komentar Anda