Scroll to Top

3 Kota di Indonesia Ini Gemar Konsumsi Daging Anjing

By C Novita / Published on Friday, 31 Mar 2017

daging anjing

Masyarakat beberapa daerah di Indonesia ternyata gemar mengonsumsi daging anjing. Fakta tersebut beberapa waktu lalu sempat diulas dalam New York Times, di salah satu artikel terkait makin banyaknya permintaan daging hewan yang setia pada manusia tersebut di 3 kota tanah air.

Menurut artikel itu, disaat banyak negara di Asia mulai mengkampanyekan untuk meninggalkan hobi konsumsi anjing, ada beberapa kota di Indonesia yang justru meningkat permintaan konsumennya akan daging anjing.

Lebih miris lagi, alasan yang ditulis oleh artikel itu adalah karena rendahnya tingkat ekonomi. Harga daging sapi yang tinggi membuat masyarakat ekonomi lemah memilih daging yang lebih murah. Salah satu pilihannya adalah anjing.

“Maka daging anjing bahkan kucing masuk dalam anggaran mereka,” tulis peneliti asal Kanada, Brad Anthony seperti dilansir laman New York Times.

Ditilik dari mayoritas warga Indonesia yang muslim dan pastinya mengharamkan daging anjing, bahkan jika terkena jilatan anjing saja perlu disucikan hingga tujuh kali dengan air dan tanah, fakta tersebut tentu mengejutkan.

Tiga kota yang ditulis menjadi pengonsumsi daging anjing oleh New York Times adalah Jakarta, Yogyakarta, dan Bali. Di Bali, sekira 70 ribu anjing harus menjadi hidangan manusia per tahunnya menurut pendiri Asosiasi Pelindungan Hewan di Bali, Janice Girardi.

Alasan lain mengapa mereka gemar mengonsumsi daging hewan itu adalah untuk pengobatan sakit asma. Walau belum bisa dibuktikan secara ilmiah namun masyarakat mempercayai mitos tersebut.

Di Yogyakarta lebih parah sebab diperkirakan ada 215 ekor anjing dibunuh per hari. Angka totalnya pertahun lebih banyak dari pada Bali.

Untuk Jakarta, daging anjing dipasok dari beberapa wilayah di Jawa.

“Sebagai ibu kota, Jakarta mengantongi data lebih banyak. Jakarta mendapat pasokan dari Jawa. Di sana Anda akan sering melihat anjing-anjing liar dibunuh dan dimakan,” ungkap Janice prihatin.

 

 

Komentar Anda