Scroll to Top

Penyebab Meninggalnya RA Kartini Usai Melahirkan Adalah Preeklampsia

By C Novita / Published on Friday, 21 Apr 2017

Kartini

Setiap tanggal 21 April masyarakat Indonesia memperingatinya sebagai Hari Kartini. Tanggal tersebut adalah hari lahirnya tokoh emansipasi kaum wanita tanah air itu, yang meninggal di usia muda usai melahirkan anak pertamnya.

Pada berbagai catatan sejarah hidup Raden Ajeng Kartini, dirinya diketahui memiliki seorang anak laki-laki yang diberi nama Raden Mas Soesalit Djojoadhiningrat. Ia dilahirkan pada tanggal 17 September 1904, namun kurang beruntung karena tidak sempat merasakan kehadiran sang ibu lebih lama.

RA Kartini meninggal empat hari setelah melahirkan yakni pada 21 September 1904 akibat mengalami preeklampsia.

Apakah yang dimaksud dengan preeklampsia tersebut? itu adalah kondisi saat ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi sepanjang kehamilannya. Hal itu tentu saja berbahaya untuk kesehatan mereka, tidak saja janin yang dikandung namun juga ibunya, apalagi bila terjadi komplikasi.

Preeklampsia bisa terjadi pada ibu hamil sejak usia kandungan menginjak pekan ke-20 hingga masa melahirkan. Untuk mendapatkan penanganan secepat mungkin, ibu hamil harus rajin mengontrol kondisi kehamilan, berikut tekanan darahnya secara rutin.

Dilansir laman Mayo Clinic, preeklampsia bisa membuat pasokan darah ke rahim berkurang dan itu tentu buruk bagi janin. Tekanan darah tinggi saat hamil pun dapat merusak pembuluh darah serta membuat kesehatan ibu menurun akibat sistem kekebalan tubuh yang turun.

 

 

Komentar Anda