Scroll to Top

Naif Masih Bersenang-senang di Musik

By Aditya / Published on Wednesday, 04 Jan 2012

Naif tidak pernah menjadikan musik sebagai ajang kompetisi. Perjalanan panjang selama 16 tahun yang diarungi oleh band yang lekat dengan lagu-lagu bernuansa jadul ini terasa menyenangkan karena Naif tidak pernah merasa punya saingan dalam bermusik.

Menurut Emil, pembetot bass Naif, musik untuk dinikmati, bukan untuk dijadikan kompetisi. Adanya persaingan mungkin masih relevan untuk industri musik karena akan membuat semakin dinamis, tapi kompetisi tidak untuk musik.

”Persaingan itu malah bikin kita dinamis. Mungkin kalau industrinya bolehlah ada persaingan, kayak sistem marketnya. Tapi kalau musiknya sih enggak ada persaingan. Musik itu harusnya dinikmati, bukan untuk kompetisi,” tutur bassis bernama asli Mohammad Amil Hussein ini di Jakarta, Selasa (3/1).

Jalur musik yang ditempuh Naif memang agak berbeda dari kebanyakan band yang bertebaran di industri musik Indonesia. Boleh jadi karena itulah, Emil, David, Pepeng, dan Jarwo tidak pernah memikirkan tentang persaingan dalam bermusik.

Kunci utama Naif dalam mempertahankan keharmonisan sehingga mampu bertahan lama di dunia permusikan tanah air menikmati musik itu sendiri. Naif selalu merasa gembira dalam bermusik, selain tentunya keempat personel band senior ini sudah merasa cocok satu sama lain.

”Kita masih senang-senang di musik. Kalau kita sudah nggak fun, sudah susah,” timpal David, sang vokalis.

Naif dibentuk di Jakarta pada 22 Oktober 1995 oleh para personelnya yang saat itu masih kuliah di Institut Kesenian Jakarta. Selama 16 tahun bermusik, Naif telah menghasilkan 10 album dari kurun waktu 1998 hingga 2011.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda