Scroll to Top

Real Madrid Lebih Produktif Ketika Duet Lini Tengah Diisi Xabi Alonso-Sami Khedira

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 06 Jan 2012

Formasi andalan Real Madrid dalam beberapa musim terakhir adalah 4-2-3-1. Dahulu, ada empat pemain yang berebut 2 posisi di sektor gelandang. Namun, pasca perginya Mahamadou Diarra, praktis cuma tinggal Xabi Alonso sang maestro yang didampingi salah satu dari Sami Khedira atau Lassana Diarra yang berburu posisi utama.

Sami Khedira Xabi Alonso

Fakta menunjukkan, Xabi lebih tepat bermain dengan Sami Khedira. Setidaknya, dalam urusan kontribusi bagi tim demi mencetak gol. Ketika Xabi berduet dengan Khedira, Madrid mampu mencetak rata-rata 3,1 gol/ laga. Sebaliknya, meskipun Diarra tak kalah tangguh, ketika Xabi memegang jangkar permainan bersamanya, cuma terlahir rerata 2,5 gol/laga.

Xabi juga lebih leluasa mengatur lini tengah Real Madrid ketika ada Khedira di sampingnya. Sang gelandang bertahan Jerman lebih memiliki ketahanan fisik, rajin bergerak dari belakang dan ke depan, plus lebih stabil bermain.

Sejauh ini, Xabi adalah yang terbanyak bermain di posisi gelandang bertahan. Ia tampil dalam 2127 menit. Ia sudah menyumbang 2 gol dan 3 assist. Namun, kepahlawanan Xabi juga mengandung risiko. ia sudah mencatatkan 9 kartu kuning, terbanyak dari sekian pemain Real Madrid. Rata-rata, pemain yang melelehkan hati para perempuan ini mengoleksi 1 kartu kuning dalam 236,33 menit.

Di bawah Xabi, Khedira orangnya. Ia sudah mencetak 2 gol dan 1 assist dalam 1290 menit. Namun, catatan buruk menimpa Khedira terkait kedisiplinannya. Ia pernah terkena kartu merah melawan Levante dan disebut Jose Mourinho sebagai biang kekalahan. Total Khedira sudah mengemas 4 kartu kuning dan 1 kartu merah.

Lassana Diarra menjadi anggota terakhir di gelandang bertahan. Ia cuma bermain selama 1065 menit, dan kadang tidak ada dalam posisi semestinya. Dalam kurun waktu itu Lass yang pernah memakai nomor 10 Real Madrid, sudah terkena 5 kartu kuning.

Sebenarnya, masih ada Esteban Granero di posis ini. Namun, ia juga baru bermain selama 270  menit. Plus, satu kartu kuning dalam waktu terbatas itu. Ia pun cuma 2 kali menjadi starter.

Bukti terakhir kekompakan Xabi-Khedira bisa dilihat dalam duel melawan Malaga di Copa del Rey. Tertinggal 0-2, Mou tidak mempunyai pilihan selain mencopot Alvaro Arbeloa dengan Khedira. Hasilnya, sang pemain Jerman mampu mencetak 1 gol dan berkat itu, Real Madrid mampu membalikkan kedudukan menjadi 3-2.

Dalam laga itu, untuk kesekian kalinya, Lass juga memainkan posisi baru: bek kanan. Ia sudah tiga kali diplot The Special One di posisi tersebut. Satu-satunya kendala, Lass tidak suka menjadi full back.

Maka, tak salah kalau duet lini tengah terbaik Madrid saat ini adalah Xabi Alonso-Sami Khedira. Kecuali, jika Mou ingin mencoba sesuatu yang unik; yang sempat ditampilkan dalam beberapa kesempatan: memasang tiga gelandang bertahan sekaligus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda