Scroll to Top

Robert Lewandowski Geram Pada Bayern, Bakal Tinggalkan Bundesliga?

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 20 Jun 2017

Cristiano Ronaldo Kepada Lewandowski Ayo, Gabung ke Real Madrid! 2

Robert Lewandowski disebut oleh sang agen, Maik Barthel, tengah geram kepada Bayern Munchen. Kegeraman yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, membuat banyak yang bertanya-tanya, mungkinkah Lewandowski meninggalkan Bundesliga di musim panas kali ini?

Akhir musim ini, sejatinya Robert Lewandowski berpeluang menyabet gelar top skor Bundesliga. Ia hanya butuh tambahan satu-dua gol dalam laga melawan Freiburg. Namun Lewa mandul di laga tersebut. Sementara saingan utamanya, Pierre Emerick Aubameyang, mencetak dua gol di partai terakhir.

Alhasil, Lewandowski terhenti pada angka 30 gol. Sedangkan Aubameyang, penyerang Borussia Dortmund, memperoleh 31 gol alias satu lebih banyak dibandingkan dengan dirinya. Melihat kenyataan ini Lewandowski mengaku kecewa berat.

Pasalnya, dengan status Bayern Munchen yang sudah juara Bundesliga, ia berharap rekan setimnya mau lebih banyak mengirim umpan baginya untuk jadi raja pencetak gol. Hal inilah yang dicurhatkan oleh agen Lewandowski, Maik Barthel.

Hasil DFB Pokal 2017 Bayern Munchen vs Schalke 3-0, Lewandowski Brace! 2

Kepada Kicker ia menyebutkan, “Robert mengatakan kepada saya bahwa dia tidak mendapat dukungan; dan pelatih (Carlo Ancelotti) tidak mengajak rekan setimnya untuk membantunya dalam laga terakhir demi memenangkan gelar top skor.”

“Robert kecewa dalam keadaan yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Dia sangat berharap tim akan mendukungnya secara proaktif.”

Ucapan Barthel ini bisa saja menyiratkan tanda-tanda bahwa Robert Lewandowski ancang-ancang pergi dari Allianz Arena; jika tidak, tengah berupaya agar kontraknya diperbarui dan gajinya dinaikkan.

Lewandowski sendiri sudah mengungkapkan kemarahannya atas masalah ini pada awal Juni. Dikutip dari ESPN ia menuturkan, “Sekarang saya sudah tidak terluka lagi; tapi memang pada awalnya ini menyakitkan.”

“Mungkin karena saya tidak sepenuhnya puas dengan cara tim saya membantu saya (di laga terakhir Bundesliga). Segera setelah pertandingan terakhir, saya merasa marah, saya kecewa dengan tim.”

Komentar Anda