Scroll to Top

Telegram Diblokir Kominfo, Ini Alasannya

By Ditya / Published on Saturday, 15 Jul 2017
Telegram
Telegram

Netizen tanah air kembali gempar setelah aplikasi pesan instan Telegram diblikir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo. Sebelumnya Kominfo telah meminta penyedia layanan internet atau ISP (Internet Service Provider) untuk melakukan pemblokiran terhadap 11 DNS (Domain Name System) milik aplikasi pesan instan populer Telegram.

11 DNS milik Telegram yang telah diblokir Kominfo antara lain adalah t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org.

Hal ini langsung menuai pro dan kontra dari netizen karena selama ini aplikasi pesan instan Telegram dianggap tidak melanggar hukum dan keberadaannya sama seperti aplikasi sejenis, seperti WhatsApp, BBM, Line, dan sebagainya. Lalu apa yang menjadi alasan Kominfo untuk melakukan pemblokiran terhadap Telegram?

Pemblokiran aplikasi Telegram ini menurut Kominfo dilakukan karena apliaksi tersebut dimanfaatkan oleh pengguna untuk menyebarkan konten bermuatan negatif, propaganda radikalisme, ujaran kebencian, terorisme, disturbing images, dan bahkan cara merakit bom. Hal ni melanggar peraturan perundang-undangan diIndonesia.

“Saat ini kami juga sedang menyiapkan proses penutupan aplikasi Telegram secara menyeluruh di Indonesia apabila Telegram tidak menyiapkan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan konten-konten yang melanggar hukum dalam aplikasi mereka.”

“Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Dirjen Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan.

Layanan atau aplikasi Telegram dianggap dapat membahayakan keutuhan NKRI karena tidak menyediakan SOP untuk menangani konten yang berbau terorisme atau konten negatif lainnya.

Komentar Anda