Scroll to Top

Meski Memakai Skuad El Clasico, Barcelona Kurang Efektif

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 09 Jan 2012

Don’t Change The Winning Team. Josep Guardiola sempat “tidak mempercayai” kalimat itu dalam 30 pertandingan sebelum laga menghadapi Espanyol. Hasilnya, sepanjang 30 laga itu, tercatat ada 30 line-up berbeda yang dipasang Pep.

Barcelona

Entah membangkucadangkan salah satu penyerang kecuali Lionel Messi, atau merotasi bek kecuali Dani Alves, Barcelona terbukti tampil spektakuler dengan keunggulan ball possession dan jumlah tembakan.

Namun, hari ini Pep tampak memperhatikan Derby Barcelona yang di Indonesia lebih sering disebut Derby Catalan. Ia memasang susunan skuad yang sama dengan formasi di El Clasico Desember lalu.

Susunan formasinya kembar. Di depan Victor Valdes, ada empat bek Dani Alves-Carles Puyol-Gerard Pique-Eric Abidal. Keempatnya memang yang terbaik. Setidaknya dari keempat orang ini tidak ada gelandang yang dimurnikan seperti “kasus yang menimpa” Javier Mascherano dan Sergio Busquets beberapa waktu lalu.

Lini tengah pun sama. Barcelona memasang Segio Busquets-Xavi Hernandez-Andres Iniesta. Dan yang paling utama, daya gedor lini depan diperkuat oleh Cesc-Fabregas-Lionel Messi-Alexis Sanchez.

Anda ingin mempertanyakan ball possessions? Dalam kedua pertandingan tersebut, Barcelona tetap memeragakan prinsip utama mereka, “Menyerang adalah pertahanan terbaik”. Kunci untuk terus mengalirkan bola, tak terbantahkan lagi.

Dalam laga El Clasico Desember lalu, Barcelona unggul telak dalam penguasaan bola sebanyak 62%. Pagi ini, penguasaan bola tersebut tak berubah.

Satu hal yang membedakan adalah jumlah tembakan ke gawang. Di El Clasico, meskipun tertinggal lebih dahulu, Barcelona tidak keder. Mereka mampu melepas 12 tembakan, 7 di antaranya on target.

Hari ini, di antara hand ball Raul Rodriguez yang mestinya membuahkan penalti dan kesaktian tiang gawang Espanyol, Barcelona perlu memperhatikan jumlah tembakan mereka yang kurang efektif.

Pertama, tembakan mereka kalah dari jumlah tembakan Espanyol. Artinya, Klub Parkit lebih efisien memakai penguasaan bola yang terbatas. Kemudian, masalah ketepatan mengarah sasaran. Dari 10 tembakan, cuma 3 di antaranya yang tepat ke gawang.

Yang tetap perlu diwaspadai Barcelona adalah kemandulan Lionel Messi di laga tandang. Ia mungkin tetap bermain apik. Namun, seluruh pemain belakang di Liga Spanyol seperti kompak untuk memampatkan kemampuannya mencetak gol.

Cuma 1 gol dibuat Messi dalam 8 laga tandang. Bahkan, dalam laga El Clasico, ia juga tak mampu melakukan hal tersebut meskipun kinerjanya tetap diacungi jempol.

Jadi, apa yang harus dilakukan Pep Guardiola dalam laga tandang berikutnya? Apakah memakai formasi berbeda dari formasi El Clasico? Ataukah berpikir untuk mengganti seragam hitam yang bagaikan seragam pengantar jenazah bagi beberapa orang yang tidak menyukai Barcelona?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda