Scroll to Top

Alur Transfer Pemain

By Wan Faizal / Published on Friday, 24 Jun 2011

Bursa transfer adalah salah satu sisi yang sangat dinanti oleh penggila sepakbola. Ketegangan yang dihasilkan pada masa bursa transfer hampir sama dengan persaingan antara tim-tim yang sedang memperebutkan gelar juara. “Siapa pemain yang datang?”, “Siapa pemain yang pergi” adalah pertanyaan yang lazim muncul di benak para penikmat sepakbola pada masa transfer ini.

Tak jarang proses transfer seorang pemain membutuhkan waktu yang sangat lama. Itu bisa disebabkan karena alotnya negosiasi yang terjadi antara klub pemilik pemain dan klub yang menginginkan pemain. Selama ini mungkin banyak yang belum mengetahui bagaimana rumitnya proses transfer seorang pemain.

Nah, ingin mengetahui bagaimana tahapan-tahapan yang terjadi dalam proses transfer pemain?

1. Klub membutuhkan pemain baru

Pada tahap ini, seorang manajer atau pelatih klub memikirkan pemain seperti apa yang dibutuhkannya untuk memperkuat klub. Pelatih atau manajer tentu akan meminta pertimbangan dari para pemandu bakat untuk memberi masukan tentang kriteria pemain yang diinginkan. Setelah menemukan seorang pemain yang dirasa pas, pelatih atau manajer akan mengusulkan pada manajemen klub.

Harus diingat, manajemen tidak akan bisa menyetujui semua permintaan dari pelatih atau manajernya dalam merekrut pemain. Aspek keuangan klub harus ikut dipertimbangkan. Maka ketika bujet transfer lebih rendah dari harga seorang pemain yang diincar, pelatih atau manajer harus mencari alternatif lain yang lebih memungkinkan.

2. Pemantauan pemain yang diincar

Ketika sudah menemukan nama pemain yang diinginkan dan asal klubnya, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pemantauan pada pemain tersebut.

Bisa dilakukan dengan melihat sendiri permainan sang pemain, lewat rekaman video, atau bertanya pada sumber yang terpercaya. Pada tahap ini, klub peminat tidak boleh melakukan penawaran pada target.
3. Negosiasi dengan pemilik klub

Pengamatan telah selesai dilakukan dan klub peminat yakin dengan kemampuan si pemain. Maka berikutnya klub peminat harus melakukan kontak dengan klub pemilik pemain tersebut. Untuk menanyakan tentang status dari si pemain, apakah dijual atau tidak. Jika klub pemilik mengatakan si pemain boleh ditransfer, maka klub peminat akan membahas secara detail tentang transfer tersebut.

Namun, jika klub pemilik mengatakan si pemain tidak dijual, maka klub peminat tidak boleh melakukan pembicaraan apapun. Jika tetap melakukannya, maka klub pemilik bisa melaporkan klub peminat pada FIFA. Dan klub peminat bisa mendapat sanksi karenanya.

4. Proses negosiasi dengan pemain

Proses negosiasi antara pemain dengan klub peminat tidak kalah sulitnya ketika negosiasi terjadi antara dua klub. Pemain biasanya menggunakan jasa seorang agen untuk mengurusi masalah transfernya.

Masalah yang sering terjadi pada tahap ini biasanya adalah pada besaran gaji atau bonus yang akan diterima pemain dari klub peminat.

5. Tes medis

Ketika nilai transfer, gaji, dan bonus telah disepakati, maka pemain diharuskan melakukan tes medis di klub barunya. Fungsi dari dilakukannya tes medis ini adalah untuk mengecek kesehatan atau kondisi fisik pemain. Selain itu tes medis juga bisa untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya kondisi fisik pemain, jadi klub bisa menyiapkan langkah-langkah awal untuk mengatasi masalah tersebut.

Tak jarang juga pemain gagal bergabung dengan klub barunya karena gagal dalam tes medis. Kasus Aly Cissokho bisa dijadikan contoh. Dua musim lalu ia gagal bergabung dengan AC Milan gara-gara gagal melewati tes medis.

6. Penandatanganan kontrak

Klub menganggap tidak ada masalah dengan hasil tes medis pemain, maka langkah selanjutnya adalah penandatanganan kontrak. Dengan melakukan tanda tangan kontrak, maka si pemain secara hukum akan terikat sesuai dengan kontrak yang telah disepakati. Tahap ini umumnya dilakukan tak lama setelah pemain lolos dari tes medis

7. Pengesahan transfer

Transfer yang dilakukan klub baru bisa disahkan secara hukum bila sudah mendapatkan International Transfer Certificate (ITC) dari klub lama. Ini berarti pemain telah benar-benar resmi bergabung dengan klub baru.

Bagi pemain yang datang dari luar negeri, maka ia harus terlebih dahulu mengurus izin kerja dari negara yang bersangkutan. Tanpa izin kerja, maka pemain tersebut tidak akan bisa tampil membela klub barunya.

8. Pengenalan ke publik

Ini adalah saat-saat yang paling dinanti. Baik oleh pemain, klub, maupun para fans. Tahap ini merupakan tahap yang tak terpisahkan dari proses transfer. Karena merupakan tahap awal pemain untuk mendapatkan dukungan dari para fans.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda