Scroll to Top

Disperindag Selidiki Isu Garam Oplos Tawas dan Kaca, Ini Hasilnya

By C Novita / Published on Saturday, 12 Aug 2017

garam oplos

Isu adanya garam yang dioplos dengan tawas dan bubuk kaca sempat beredar di media sosial beberapa hari belakangan. Mahalnya harga garam membuat beberapa oknum mencampur benda-benda tersebut dengan garam yang beredar di pasaran, demikian isi kabar yang meresahkan itu.

Menyikapinya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan pun bertindak cepat. Dengan menggandeng pihak terkait, instansi tersebut melakukan operasi pengawasan dan uji laboratorium dan mengambil sejumlah sampel di pasaran.

Antara lain sampel produk garam diambil dari Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro dan melakukan uji laboratorium di Pasar Cindere, Kecamatan Karanggeneng. Dari lokasi itu sempat beredar isu ditemukannya jenis garam yang dioplos.

“Ya, kami memang langsung ke lokasi untuk melakukan uji lab bersama UPT Perlindungan konsumen dari Bojonegoro dan juga dari Dinas Kesehatan Lamongan,” ungkap Kepala Disperindag Lamongan, Muhammad Zamroni seperti dilansir laman detikcom, Selasa (1/8).

Hasilnya ternyata negatif, tidak ditemukan unsur campuran lain pada garam yang beredar di pasar tersebut.

“Setelah diaduk rata, ternyata hasil yang diperoleh garam terlarut secara menyeluruh tanpa meninggalkan sisa yang tidak terlarut. Sehingga disimpulkan tidak ada unsur kaca pada garam tersebut,” tandasnya lagi.

Dari hasil uji lab, juga tak dijumpai adanya unsur tawas dalam produk garam seperti isu yang beredar di pasaran.

“Jadi tidak ada unsur tawas pada garam tersebut, apalagi unsur kaca,” ungkap Zamroni.

 

 

Komentar Anda