Scroll to Top

Makanan Antara Pilot dan Co-Pilot di Pesawat Beda Lho. Ini Alasannya

By Ilham Choirul / Published on Sunday, 13 Aug 2017

makanan pilot

Peran pilot dan co-pilot sangat vital dalam penerbangan. Jika salah satu di antara mereka mengalami masalah kesehatan saat di angkasa, maka akan ada yang bisa menggantikan untuk menerbangkan pesawat hingga turun di landasan. Namun pernah terjadi suatu keadaan antara pilot dan co-pilot mengalami keracunan makanan bersama.

Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 1984. Sebuah penerbangan Concord yang membawa 120 penumpang dengan rute London-New York sempat bermasalah lantaran terdapat kejadian Salmonellosis. Kru pesawat dan penumpangnya mengalami keracunan makanan akibat serangan bakteri Salmonella yang masuk ke tubuh lewat makanan yang disajikan. Mereka mengalami muntah, demam, diare, hingga kram perut.

Sementara itu, menurut data dari Civil Aviation Authority di tahun 2007 dan 2009, ada 39 dan 32 kasus yang menyatakan pilot tidak bisa menerbangkan pesawat. Oleh sebab itu, makanan dan minuman yang disajikan bagi pilot dan co-pilot saat ini diatur lebih ketat. Antara keduanya dipilihkan menu makanan berbeda ketika terbang.

“Pilot dan co-pilot itu sajian hidangannya berbeda, pilot biasanya akan disajikan menu hidangan first-class sedangkan co-pilot umumnya akan mendapatkan menu makanan bussiness-class. Ini dilakukan untuk berjaga-jaga, jika salah satu diantara keduanya bisa mengalami keracunan makanan,” kata seorang pilot Korean Air sewaktu diwawancara CNN pada tahun 2012 seperti dikutip laman Okezone.

Tujuan pembedaan makanan bagi pilot dan co-pilot jelas, yaitu menghindari kejadian keracunan bebarengan. Jika keduanya sakit maka penerbangan menjadi sangat berisiko. Beberapa maskapai telah menyiapkan menu sajian berbeda untuk para kru kokpit. Meski tampak berlebihan, namun faktor keselamatan tetap menjadi perhatian utama dalam penerbangan.

Komentar Anda