Scroll to Top

Nasib GP Motegi Belum Ditentukan

By Rheza Fadhlillah / Published on Saturday, 25 Jun 2011

Motegi TunnelKontroversi mengenai penyelenggaraan balap di Jepang masih menimbulkan banyak tanya. Sejauh ini Badan Otoritas Tertinggi Balap Sepeda Motor Dunia FIM masih beranggapan bahwa Jepang cukup aman untuk tetap bisa menyelenggarakan balap. Namun suara sumbang datang dari beberapa tim dan pembalap MotoGP yang menyatakan bahwa hal tersebut terlalu beresiko.

Jepang sempat berada pada status bahaya radiasi pasca ledakan reaktor nuklir di Fukushima. Motegi salah satu sirkuit yang akan menyelenggarakan balap MotoGP dikabarkan berada pada radius bahaya radiasi. Hal ini yang membuat pembalap seperti Jorge Lorenzo mengaku keberatan jika GP Motegi akan tetap dilaksanakan.

FIM mengatakan saat ini tak ada alasan untuk menunda GP Motegi. Namun mereka masih akan membicarakan mengenai masalah ini minggu depan. Hasil dari pembicaraan tersebut rencananya akan diumumkan pada GP Mugello.

“Dewan direksi FIM akan menilai kondisi yang ada di Jepang dalam pertemuan di Jenewa Minggu depan, pembicaraan akan dilakukan di markas FIM dengan perwakilan dari federasi balap motor Jepang”, bunyi pernyataan dari FIM.

Presiden FIM Vito Ippolito mengatakan dalam wawancaranya dengan motosprint mereka telah mengusahakan apa saja untuk menyelenggarakan balap yang aman. Ia berharap para pembalap mau mengerti akan hal ini.

“FIM bertanggung-jawab terhadap semuanya,kita tentu tidak mau kehilangan kredibilitas, namun membatalkan perhelatan balap tanpa alasan yang jelas tidak akan adil”, Ujar Vito.

Jika melihat dari reaksi negatif yang banyak datang dari pembalap MotoGP maka seharusnya hasil pembicaraan tersebut akan berakhir dengan pembatalan. Namun permasalahan mengenai tidak adanya sirkuit lain yang bisa menggantikan Motegi yang dapat mengakibatkan berkurangnya seri balap MotoGP musim ini, tampaknya menjadi pertimbangan lain bagi seluruh pihak pengambil keputusan. Apapun hasilnya semoga merupakan yang terbaik dan dapat diterima oleh seluruh pihak terkait.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda