Scroll to Top

Andrea Dovizioso Bisa Juara MotoGP 2017 Karena Faktor Strategi

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 21 Aug 2017

Andrea Dovizioso Bisa Juara MotoGP 2017 Karena Faktor Strategi

Andrea Dovizioso sangat mungkin menjadi juara MotoGP 2017. Kemenangan pentingnya di GP Austria nyaris dua pekan lalu menjadi kunci haknya bersaing kembali dengan Marc Marquez, sang pebalap teratas. Menurut Oriol Puigdemont, keberadaan Dovi yang sekarang duduk di urutan kedua klasemen, sama sekali tidak boleh dianggap remeh.

Minggu (13/8) Andrea Dovizioso menunjukkan kegigihan luar biasa menghadapi Marc Marquez di Red Bull Ring. Sang pebalap Italia mengaku dirinya tidak mengerem di tikungan terakhir untuk menghindari desakan luar biasa Marquez; yang berujung 25 poin untuk Dovi. Dan jika dilihat, sepanjang musim ini sudah tiga kali Dovizioso juara race.

Ini jelas bukan penampilan biasa. Bahkan dengan perkembangan motor Ducati, Desmosedici GP17 yang ampuh, jelas kredit tersendiri layak diberikan kepada Andrea Dovizioso. Dia membalikkan semua perkiraan untuk menyalip para pebalap elite seperti Maverick Vinales dan Valentino Rossi (Movistar Yamaha) di klasemen.

Tidak pelak lagi, Andrea Dovizioso tengah berada dalam momen terbaik sepanjang kariernya. Menurut Oriol Puigdemont, MotoGP 2017 seolah memang didesain untuk dimenangi orang seperti Dovi: mengingat ban yang bisa berubah kapan saja dan ECU yang standar, maka hal terpenting adalah strategi, yang merupakan keahlian Dovi.

Andrea Dovizioso Bisa Juara MotoGP 2017 Karena Faktor Strategi 2

Bekerja dengan seorang psikolog akhir-akhir ini, Andrea Dovizioso mendekati setiap balapan secara berbeda.  Pengalaman dan DNA-nya membuatnya menjadi analis terbaik di grid. Dovi tahu lebih baik dari siapapun tentang cara mengelola situasi di kejuaraan yang peta kekuatannya selalu berubah-ubah ini.

Mugello, Barcelona dan Austria adalah tiga kemenangan penting – tidak hanya untuk tambahan 25 poin sebagai juara, tetapi terutama untuk pencapaiannya. Lihatlah cara Dovi menang: motor Desmosedici adalah yang terkuat di GP Italia, strategi Dovizioso membuat perbedaan GP di Spanyol dan semangat juang adalah teman baik sang pebalap Italia di GP Austria.

Kemenangan Dovi di GP Austria juga menunjukkan bahwa ia punya kans untuk bertarung dengan siapapun, termasuk Marc Marquez di sisa tujuh balapan musim ini, dalam kondisi apapun. Seperti kata Dovi sendiri, “(25 poin di Red Bull Ring) menegaskan bahwa Anda dapat memainkan kartu Anda sembari mencoba meraih kemenangan; di saat bersamaan, Anda menciptakan ketakutan pada rival yang menyadari kekuatan Anda.”

Komentar Anda