Scroll to Top

Halimah Yacob Presiden Wanita Pertama Singapura, Ini Kisah Inspiratifnya!

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 12 Sep 2017

Halimah Yacob Presiden Wanita Pertama Singapura,

Halimah Yacob akan dinobatkan sebagai presiden Singapura pada Rabu, 13 September 2017. Perempuan berusia 62 tahun itu akan menjadi wanita pertama yang menjadi orang nomor satu Singapura. Halimah memiliki segudang kisah inspiratif sebelum mendapatkan kusi tertinggi ini. Sebelumnya, istri Mohamed Abdullah Alhabshee itu pernah ditempa sekian ujian hidup, termasuk berjualan nasi padang di usia belia.

Pemilu Presiden Singapura semestinya dilaksanakan pada pekan kedua bulan September tahun ini. Namun, pemilu itu urung digelar karena hanya ada satu kandidat yang memenuhi syarat. Dia adalah mantan ketua parlemen Singapura, Halimah Yacob. Selebihnya ada dua kandidat lain yang gagal memenuhi syarat, yaitu Mohamed Salleh Marican dan Farid Khan. Dengan demikian, tanpa perlu ada pemilihan lagi, Halimah Yacob dipastikan akan menduduki kursi presiden.

Pencapaian Halimah Yacob ini sangat luar biasa. Pertama, dia seorang perempuan; dan baru pertama kali dalam sejarah Singapura yang merdeka sejak ada wanita yang menjabat sebagai presiden. Berikutnya, Halimah berasal dari etnis Melayu. Selama ini, biasanya ada kesan bahwa etnis tersebut sulit untuk menjadi pemimpin Singapura.

Halimah Yacob Presiden Wanita Pertama Singapura, Ini Kisah Inspiratifnya! 2

Halimah yang lahir pada 23 Agustus 1954 sudah ditempa oleh kerasnya kehidupan sejak kecil. Di usia 8 tahun ia sudah kehilangan ayahanda tercinta. Berjuang untuk hidup, Halimah membantu sang ibu untuk berjualan nasi padang bermodal gerobak dorong di Shenton Way. Disiplin tinggi sudah menjadi karakter Halimah kecil.

Ia tidak hanya harus bangun lebih dini dibandingkan anak-anak lain. Halimah juga harus pandai membagi waktu antara mengerjakan tugas sekolah dan mencuci piring. Sulitnya kondisi ekonomi keluarga juga membuat Halimah merasakan getirnya menunggak biaya sekolah. Tetapi, hidup harus berlanjut.

Masuk ke Fakultas Hukum Universitas Singapura, rasa was-was hinggap terkait kebutuhan kuliah. Tetapi, berkat kepintarannya, Halimah memperoleh beasiswa dari Islamic Religious Council of Singapore. Dari sinilah, karakter dan kepekaan Halimah semakin terbentuk. Dia kemudian bergabung dalam divisi hukum National Trades Union Congress (NTUC) dan terlibat aktif untuk memperjuangkan hak-hak  kaum pekerja.

Former speaker of Singapore's parliament, Halimah Yacob, speaks to the media at the Elections Department in Singapore

Karier politik Halimah Yacob terasah sejak 16 tahun lalu, ketika ia masuh anggota parlemen Singapura dari People’s Action Part (PAP). Tahun 2013 lalu, sejarah terukir ketika Halimah menjadi perempuan pertama yang menduduki kursi Ketua Parlemen Singapura. Jabatan yang kemudian berlanjut dengan keputusannya pada Minggu (6/8) untuk maju dalam pemilu presiden Singapura.

Kini, mendapatkan posisi tertinggi di Negeri Merlion, Halimah menegaskan komitmennya untuk rakyat Singapura. Ia menuturkan, “Saya berjanji melakukan sebaik mungkin yang saya mampu untuk mengabdi pada rakyat Singapura; dan (komitmen) itu tidak akan berubah terkait entah ada atau tidaknya pemilu.”

Komentar Anda