Scroll to Top

Ini Reaksi Tubuh Pria yang Mengalami Disfungsi Ereksi

By Ilham Choirul / Published on Friday, 15 Sep 2017

disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi dianggap sebagai kelemahan pria untuk menunjukkan “kejantanannya”. Pasalnya, ketidakmampuan penis untuk tegang atau ereksi dapat mengganggu kehidupan seksual pasangan suami istri (pasutri) dan mungkin berkontribusi pada kendala untuk memperoleh keturunan.

Ada banyak penyebab terjadinya disfungsi ini. Misalnya stress, diabetes, depresi, hipertensi, dan sebagainya. Untuk mengatasinya perlu penanganan pada sumber masalah agar proses ereksi dapat normal kembali. Pengobatan disfungsi ereksi banyak pilihannya saat ini.

Pada pria normal, otak akan mengirim sinyal ke penis untuk melebarkan pembuluh darah sehingga kapasitasnya maksimal. Sinyal ini dikirim lewat jaringan syaraf. Pembuluh darah di corpus cavernosum terbuka dan darah mengalir deras. Selanjutnya pembuluh darah akan mampat dan tercipta tekanan di corpus cavernosum yang membuat penis membesar maksimal dan mempertahankannya.

Hanya saja pria yang mengalami disfungsi ereksi gagal melalui proses ini saat terangsang. Dan, inilah beberapa masalah yang terjadi pada tubuhnya seperti dikutip laman Intisari dari thehealthsite:

Peredaran darah tidak adekuat menuju penis. Beberapa pemicunya adlaah hipertensi, kolesterol, dan penyakit kardiovaskular yang menjadikan arteri tersaring hingga memengaruhi peredaran darah. Jika aliran arah ke penis terhambat akan mengganggu ereksi. Mengendalikan tekanan darah dapat menjadi solusi hal ini.

Otak tidak mampu memberikan sinyal. Ini umumnya dialami oleh pria yang mengalami penyakit Alzheimer, multiple sclerosis, dan Parkinson. Otak gagal melanjutkan sinyal ke syaraf untuk diteruskan ke penis. Walau ada keinginan secara seksual, namun pria tersebut tetap tidak bisa ereksi.

Kerusakan jaringan ereksi. Kerusakan tersebut dapat dipicu salah satunya akibat terapi radiadi atau operasi lain. Kerusakan jaringan pada area penis dapat menganggu ereksi.

Komentar Anda