Scroll to Top

De Rossi: Saya Bisa Bernasib Seperti Francesco Totti

By Wan Faizal / Published on Saturday, 23 Sep 2017

DDr

Kapten AS Roma, Daniele De Rossi, mengaku bahwa ia bisa saja bernasib seperti Francesco Totti di penghujung karirnya bersama Roma nanti. Bagaimana Totti menutup karirnya sebagai pemain memang dialami dengan tidak terlalu mengenakkan dan De Rossi menyadari bahwa ia bisa saja berada di jejak seniornya itu beberapa tahun mendatang.

Totti memang mencatatkan karir emas di dunia sepakbola dan bahkan baru pensiun di usia 40 tahun. Namun sayangnya, Totti seperti tidak mempersiapkan apa yang harus ia lakukan berikutnya sehingga ketika manajemen klub ‘memaksanya’ untuk pensiun, Totti seperti berada diantara dua pilihan, yakni memutuskan pensiun dan menerima jabatan direktur di Roma atau bermain lagi di MLS yang artinya ia menduakan klub yang ia cintai tersebut.

“Saya tahu bahwa mulai sekarang saya sudah harus berpikir soal apa yang harus saya lakukan nanti. Karena saya banyak melihat rekan saya seperti belum punya rencana jelas ketika mereka sudah memasuki fase akhir dalam karirnya. Totti bisa menjadi contoh nyata bagi saya. Saya melihat ia kebingungan dalam akhir karirnya dan ia terlihat tidak bahagia. Apa yang terjadi padanya musim lalu bisa saja terjadi pada saya suatu saat nanti,” jelas De Rossi.

“Saya akui bahwa Totti banyak menderita di musim lalu. Sekarang ia melakoni posisi baru dengan tanpa sepatu bola di kakinya. Sejujurnya, saya yakin ia tidak akan bisa beradaptasi dengan cepat di posisi barunya tersebut. Tidak peduli apa yang terjadi, Totti tetaplah Totti yang kita kenal selama ini.”

Diakui pula oleh De Rossi bahwa ‘rumah tangga’ Roma musim lalu ikut kacau akibat konflik antara Totti dan manajemen klub. Situasi tersebut sampai membuat posisi pelatih Luciano Spalletti terancam dan ia jadi tak bisa merumuskan strategi terbaik untuk timnya karena di sisi lain ada paksaan untuk terus menampilkan Totti di musim terakhirnya bersama Roma.

“Saya sudah sarankan pada Totti untuk pensiun semusim sebelumnya. Sedangkan kemarin menjadi musim yang tidak menyenangkan baginya, bagi pelatih, bagi kami rekan setimnya karena situasi ini seperti ketika ibu dan ayahmu bertengkar di rumah. Saya yakin bahwa fans Roma juga merasa tidak nyaman dengan situasi musim lalu.”

Komentar Anda