Share

maladewa

Republik Maladewa merupakan negara kepulauan yang punya 26 pulau koral (atol) dan mengelilingi laguna. Meski negara di kawasan Samudra Hindia ini cukup kecil, namun punya potensi wisata laut sangat menawan. Banyak pasangan jatuh hati untuk menikmati bulan madu di negara ini. Bahkan, tiap tahunnya bisa mengundang 700 ribu turis untuk masuk ke negara ini.

Hanya saja, berita kurang enak membayangi negara yang hidup dari pariwisata dan perikanan ini. Pemanasan global membuat masyarakat Maladewa harus siap hengkang dari negaranya sendiri. Pasalnya, air laut terus naik dan membuat pulau-pulau kecil semakin tenggelam.

Bayangkan saja, rata-rata tinggi permukaan tanah di sana hanya 1,5 meter dari permukaan laut. Sementara itu, puncak tertingginya 2,3 meter. Sekali ada badai yang menyebabkan ombak sangat tinggi, bisa sampai ke daratan. Kalau situasinya ditambah dengan naiknya permukaan laut, maka wilayah daratan Maladewa yang tidak seberapa besar itu bakal makin sempit.

maladewa

Ditengarai, abad selanjutnya bakal ada kenaikan air laut lagi sebesar 59 sentimeter yang menghampiri Maladewa dan sekitarnya. Pengumuman dari Panel Penyidik Perubahan Iklim ini, jika benar-benar terjadi, sebagian daratan di Maladewa tamat riwayatnya. Mereka akan tenggelam dalam Samudra Hindia.

Pemerintah Maladewa sudah mewanti-wanti warganya untuk siaga dengan hal ini. Presiden Maladewa, Mohamed Nasheed, bahkan sudah ancang-ancang menaruh warganya di negara terdekat. Australia adalah salah satu pilihannya.

“Jika semua (negara) di sekitar Australia terlalu miskin dan tidak mampu mempertahankan diri sendiri, artinya akan lebih baik memulai hidup di Australia bukan?” ujar Nasheed.

Secara alami, cukup sulit menghadang pemasanan global ini. Bahkan, kehidupan negara maju – seperti Amerika Serikat – yang notabene punya kans menjadi penyebab pemanasan global pun terlihat menutup mata dengan persoalan global ini. Maka, bersiaplah menghapus negara Maladewa dari peta dunia.