Scroll to Top

PS TNI & Bhayangkara FC Seharusnya Dibubarkan?

By Aditya / Published on Friday, 13 Oct 2017

ps tni bhayangkara fc jadwal abduh lestaluhu kartu merah wasit isl liga 1

Kerusuhan yang terjadi di laga Liga 2 Indonesia 2017 antara Persita Tangerang vs PSMS Medan dan memakan satu korban jiwa mendapat sorotan dari Save Our Soccer (SOS). Koordinator SOS, Akmal Marhali, menilai tidak seharusnya militer dan kepolisian terlibat langsung dalam pertandingan sepakbola. Maka dari itu, ia menyebut bahwa seharusnya PS TNI dan Bhayangkara FC dibubarkan saja.

PSMS Medan lekat dengan militer setelah mendapat dukungan dari Edy Rahmayadi selaku Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) yang juga Ketua Umum PSSI. Di setiap pertandingan, banyak anggota TNI yang mendukung tim Ayam Kinantan, termasuk saat melawan Persita Tangerang kemarin.

Selain PSMS Medan, ada pula PS TNI yang jelas-jelas dimiliki oleh institusi TNI. Sedangkan Bhayangkara FC saat ini sudah menjadi milik Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Akmal Marhali pun meminta agar keterlibatan PS TNI dan Bhayangkara FC di kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 ditinjau kembali, bahkan kalau perlu dibubarkan saja.

“Evaluasi kembali keiikutsertaan PS TNI dan Bhayangkara FC di kompetisi, karena sangat rawan,” kata Akmal Marhali beberapa waktu lalu.

“Ya, bubarkan. TNI dikembalikan ke fungsinya sebagai garda terdepan pertahanan, polisi sebagai pengayom dan penjaga ketentraman masyarakat. Tentara dan polisi kembali ke barak mengurus keamanan dan pengayom masyarakat,” bebernya.

“Sejak awal, SOS tidak setuju TNI dan Polisi terlibat di kompetisi profesional. Selain proses akuisisinya yang tidak sesuai regulasi FIFA, FIFA pun melarang jual beli lisensi klub. Itu permintaan bukan hanya kepada PSSI saja, tapi ke Menpora dan juga Presiden Jokowi,” imbuh Akmal Marhali.

 

Komentar Anda