Scroll to Top

Ini Akibatnya Jika Tidak Registrasi Ulang Kartu Prabayar

By Ditya / Published on Friday, 13 Oct 2017
Credit: MetroTV News
Credit: MetroTV News

Kominfo secara resmi telah mewajibkan pelanggan kartu prabayar untuk melakukan registrasi ulang dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK). Hal ini dimaksudkan untuk transparansi layanan selular untuk meminimalisir penyalahgunaan kartu prabayar untuk melakukan tindakan melanggar hukum. Lalu bagaimana jika pelanggan enggan melakukan registrasi ulang?

Pemerintah akan melakukan pemblokiran layanan seluler secara bertahap bagi pelanggan yang enggan melakukan registrasi ulang menggunakan NIK dan KK. Seperti yang kita ketahui, kewajiban registrasi pelanggan seluler prabayar ini akan mulai berlaku pada 31 Oktober 2017 dan paling lambat 28 Februari 2018.

“Ini bukan sesuatu yang sulit. Jadi, silahkan nanti mengikuti prosedur dengan benar karena tanpa melakukan itu, bapak ibu akan kena berbagai akibat. Misalnya, pemblokiran layanan panggilan dan pesan singkat.”

“Jadi, (tidak registrasi prabayar) ada akibat-akibat tapi kami lakukan secara bertahap. Pertama panggilan keluar, lalu panggilan masuk, baru seluruhnya,” kata Dirjen Penyelenggara Pos & Informatika (PPI) Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli.

Seperti yang kita ketahui, Kominfo mengatakan bahwa penggunaan NIK pada eKTP dinilai sebagai identitas yang paling tepat. Hal semacam ini sudah dilakukan oleh konsumen prabayar di luar negeri. Namun, eKTP sendiri sebenarnya masih belum beres pembuatannya dan dapat menjadi kendala pendaftaran kartu prabayar. Meski demikian, database yang dimiliki oleh Ditjen Dukcapil dinilai sudah siap untuk hal ini.

Lalu bagaimana dengan mekanisme pelaksanaannya? Kebijakan ini resmi berlaku mulai 31 Oktober 2017, dan harus sudah diselesaikan oleh pengguna sebelum tanggal 28 Februari 2018. Pengguna bisa melakukan registrasi dengan mengirim SMS ke 4444 dengan format NIK#nomorKK# yang sesuai pada eKTP dan KK.

Komentar Anda