Scroll to Top

Buni Yani Divonis 18 Bulan Penjara Terkait ‘Video Ahok’, Nyatakan: Siap Mati!

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 14 Nov 2017

Buni Yani Divonis 18 Bulan Penjara Terkait 'Video Ahok', Nyatakan Siap Mati!

Buni Yani divonis 18 bulan penjara terkait kasus penyebaran ujaran kebencian bernuansa SARA dalam video Ahok dan Surat Al Maidah ayat 51. Atas putusan hakim Pengadilan Negeri Bandung ini, Buni Yani menyatakan naik banding. Ia juga bersikukuh tidak bersalah, dan menyatakan siap mati untuk memperjuangkan kebenarannya.

Hari ini Selasa, 14 November 2017 Buni Yani mendapatkan vonis hukuman satu tahun enam bulan penjara oleh Majelis Hakim PN Bandung yang diketuai M. Sapto. Buni Yani didakwa bersalah terkait video postingannya di Facebook soal video Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang sedang berbicara di Pulau Pramuka.

Dalam video yang diunggah oleh Buni Yani, transkrip kalimat Ahok diketahui tertulis ‘dibohongi Al Maidah’, sementara Ahok sendiri menyampaikan kalimat ‘dibohongi pakai Al Maidah’. Dan hal inilah yang membuat majelis hakim PN Bandung memberikan hukuman untuknya.

Ketua Hakim M Sapto dikutip dari detikcom menyebutkan, “Terdakwa Buni Yani terbukti secara sah bersalah melakukan mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik.”

buni yani

Pertimbangan hakim memberikan hukuman kepada Buni Yani didasarkan pada empat hal. Yaitu, terdakwa tidak berusaha mencari sumber video asli pidato Ahok. Ia juga tidak meminta izin Diskominfomas DKI Jakarta untuk mengunggah videonya yang jadi viral. Selain itu Buni Yani juga menambahkan caption tanpa izin, yang berakibat alasan keempat, perbuatannya meresahkan umat beragama.

Vonis hakim sendiri lebih rendah dari tuntutan jaksa yang meminta hukuman penjara dua tahun dan Rp 100 juta, subsider tiga bulan masa kurungan. Terkait vonis tersebut, Buni Yani menyatakan naik banding. Buni juga menyebutkan, vonis yang diterimanya tersebut adalah bentuk kriminalisasi.

Namun bukan berarti ia gentar. Buni Yani menegaskan, siap mati untuk perjuangannya ini. Dikutip dari detikcom, Buni berkata, “Jangankan penjara, saya sudah mewakafkan nyawa saya, demi perjuangan saya siap mati. Ini bukan gertak sambal, bukan, karena saya tahu nggak punya salah apa-apa (terkait video Ahok) jadi saya siap mati.”

Foto:Lamhot Aritonang/detikcom

Komentar Anda