Scroll to Top

PSSI Menghukum 20 Wasit Yang Terlibat dalam Liga Ilegal

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 14 Jan 2012

PSSI melanjutkan ketegasan mereka atas semua pihak yang terlibat dalam liga ilegal, Indonesia Super League (ISL). Setelah mendapatkan mandat surat FIFA untuk menertibkan liga Indonesia, kemarin mereka menghukum Persipura dan perangkat pertandingan ISL.

Djohar Arifin

Persipura, juara bertahan ISL yang awalnya sempat hendak merapat ke IPL, berubah haluan dari kompetisi resmi PSSI. Tim Mutiara Hitam bahkan melupakan laga menghadapi Arema yang menjadi laga pertama Indonesian Premier League pada 26 November 2011.

Kala itu, Persipura lebih memilih memilih berlaga di Inter Island Cup 2011. Puncaknya, Mutiara Hitam kemudian tampil di partai pertama ISL menghadapi Persiba Balikpapan pada 1 Desember 2011. Laga itu sendiri berakhir imbang 3-3.

Alhasil, Persipura mendapat empat hukuman. Pertama, didiskualifiaksi dari IPL. Kedua, dengan demikian, terdegradasi ke Divisi Utama. Selain itu, Persipura terkena denda 500 juta plus tidak boleh melakukan transfer pemain sepanjang musim. Mutiara Hitam masih berhak melakukan banding atas hukuman ini.

“Kesempatan banding diberikan waktu satu minggu setelah putusan dari Komdis diterima pihak yang bersangkutan,” kata Catur Agus Saptono, Wakil Ketua Komdis PSSI seperti dirilis Kompas.

Sanksi tegas juga meluncur pada perangkat pertandingan. Tercatat, 20 wasit, 40 asisten wasit, dan 16 pengawas pertandingan yang dihukum tak boleh memimpin laga di bawah yudiksi PSSI selama tiga tahun.

“Ada 16 Pengawas Pertandingan, 20 wasit dan 40 Asisten Wasit. Totalnya 80 perangkat pertandingan yang dijatuhi hukuman. Tetapi kita (Komdis) belum bisa umumkan nama-namanya sekarang karena terlebih dulu kami harus memberitahu yang bersangkutan,” kata Catur seperti dikutip inilah.com.

Seperti halnya Persipura, para perangkat pertandingan ini diberi kesempatan seminggu untuk mengajukan banding.

PSSI sendiri tampaknya begitu serius menindak semua elemen yang masih berkutat “membela” ISL. Mengingat, jadwal sanksi FIFA semakin dekat.

Jika ISL masih bergulir hingga Maret 2012, sanksi dari FIFA untuk sepakbola Indonesia siap meluncur. Uniknya, atau lucunya, DPR justru berkebalikan dengan FIFA. Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Golkar, justru setuju dengan KLB yang digagas KPSI (Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia) yang setali tiga uang dengan penyelenggara ISL.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda