Scroll to Top

Gelaran Karya Mahadiva Titiek Puspa dalam Harmoni

By Aditya / Published on Saturday, 14 Jan 2012

Titiek Puspa adalah sosok seniman sepanjang masa. Dari era Soekarno, Orde Baru, hingga sekarang ini, ia masih tetap eksis menekuni jalan panjangnya di jagat seni. Tidak terhitung karya musikal yang lahir dari sang mahadiva dari dulu sampai kini.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap Titiek Puspa atas dedikasinya di jagat seni, khususnya musik, digelarlah ”Harmoni Adikarya Titiek Puspa” di Balai Sarbini, Jakarta, Jum’at (13/1). Harmoni sendiri adalah pergelaran musikal berkualitas yang juga menjadi program acara stasiun televisi SCTV.

Acara Harmoni untuk Titiek Puspa malam itu menghadirkan para musisi lintas generasi. Erwin Gutawa Orkestra membuka pergelaran itu dengan sejumlah intro lagu-lagu karya Titiek Puspa yang dikemas secara apik dan megah. Selanjutnya, Sandhy Sondoro menyanyikan salah satu hits sang mahadiva, ”Marilah Kemari” dengan paduan jazz dan nuansa orkestra.

Raisa, penyanyi pendatang baru, pun tampil mengesankan saat membawakan lagu ”Sayang”. Setelah itu, disusul penampilan trio Nola, Widi, dan Chintya dari grup vokal kenamaan Be3 (dulu AB Three) yang tampil kompak dengan menyayikan tembang ”Jatuh Cinta”.

Diva musik Indonesia generasi terkini pun tidak kalah apik dalam perhelatan yang dikawal oleh Darius Sinathrya dan Juanita Christiani selaku pembawa acara ini. Adalah Rossa yang mengharu-birukan suasana malam itu dengan melantukan lagu “Bing” yang diciptakan Titiek Puspa untuk mengenang seniman besar Bing Slamet.

Sederet musisi muda bergiliran naik pentas untuk memberi penghormatan kepada Titiek Puspa lewat lagu-lagu legendarisnya. Momo “Geisha” menyayikan “Kupu-kupu Malam”, David “Naif” melantangkan “Apa-apanya Dong”, Judika menyenandungkan “Sendiri”, dan Giring “Nidji” yang menghangatkan suasana dengan mendendangkan “Dansa Yo Dansa”.

Persembahan untuk Titiek Puspa malam itu memang terasa istimewa. Legenda hidup musik Indonesia yang kini menginjak usia 74 tahun itu pun tidak kuasa menahan perasaan haru sekaligus bersuka-ria karena karya-karyanya ternyata mendapat tempat khusus di hati banyak orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda