Scroll to Top

Rivaldo Berlaga di Liga Angola di Usia Nyaris 40 Tahun

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 14 Jan 2012

Anda yang menggemari Barcelona dan Brazil pada era akhir 1990-an, pasti mengenal sosok Rivaldo. Ia dianggap sebagai napas penggerak El Barca dan tim Samba. Bahkan, saking tergantungnya Barcelona dan Brazil, Rivaldo selalu diperebutkan keduanya.

Rivaldo

Pernah suatu ketika, Rivaldo mesti melakoni tiga laga (dua bersama Brazil di Amerika Selatan, dan satu bersama Barcelona di Eropa) hanya dalam waktu 10 hari. Akibatnya, ia mesti bolak-balik terbang naik pesawat demi klub dan negaranya.

Namun, seiring dengan perjalanan waktu, nama besar Rivaldo habis juga. Pencetak 130 gol untuk Blaugrana memulainya sejak pindah ke AC Milan. Ia dicap sebagai pembelian terburuk Rossoneri tahun 2002.

Tak kuasa berlaga di Lega Calcio Italia, Rivaldo pun hijrah ke Yunani. Dua klub penguasa tradisional di sana, Olympiakos dan AEK Athens, sempat menampung pemain bertinggi 186 cm itu. Bahkan di klub pertama, Rivaldo sempat memberikan gelar juara Liga Yunani tiga tahun berturut-turut.

Merasa masih bisa bermain sepakbola di usia lanjut, Rivaldo pun meneruskan karier. Bunyodkor, klub Liga Uzbekistan, pernah mencoba jasanya¬† selama dua tahun (2008–2010). Bahkan, tahun lalu sang gelandang serang sempat bermain di Sao Paulo. Sayang, dengan usia tua, daya tahan tubuh yang menurun, dan kecepatan yang makin turun, Santos tak mau lagi memakai Rivaldo.

Desember 2011 lalu, Rivaldo terang-terangan mengirimkan surat kepada Partizan Belgrade, klub penguasa Liga Serbia, agar bisa berlaga di klub tersebut. Para pendukung Partizan sempat heboh dan 13000 di antaranya sempat menandatangani petisi agar manajemen klub mau memasukkan Rivaldo dalam skuad. Namun, apa daya, Rivaldo tertolak.

Nasib serupa pun terjadi ketika agennya mengirim surat permintaan kepada Genk, klub Liga Belgia.

Kini, di usia hampir 40 tahun, Rivaldo justru memilih menjelajah ke benua keempat sepanjang kariernya, Afrika. Pilhan jatuh kepada klub Kabuscorp, yang ada di Angola. Ketika diwawancarai, ia masih terlihat cerah.

“Saya sangat senang berada dalam tahap terbaru karier sepakbola saya,” kata Rivaldo singkat.

Musim lalu, Kabuscorp menjadi runner-up liga Angola yang bernama Girabola. Musim ini, dengan kedatangan Rivaldo, harapan untuk meraih gelar juara, rasanya layak dijunjung tinggi.

Kalau selesai di Liga Angola, tertarik untuk bergabung di Liga Indonesia, Rivaldo?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda