Scroll to Top

Talenta Messi & CR7 Cuma Muncul Sekali Dalam 100 Tahun

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 01 Dec 2017

Talenta Messi & CR7 Cuma Muncul Sekali Dalam 100 Tahun 2

Talenta seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo hanya muncul sekali dalam seabad. Demikian pendapat Robert Lewandowski, penyerang utama Bayern Munchen. Oleh karenanya, ia justru terhormat bisa berada di era yang sama dengan Messi dan CR7.

Dalam satu dekade terakhir, tidak ada pemenang lain ajang Ballon d’Or kecuali Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Messi mendapatkan gelar tersebut pada 2009, 2010, 2011, 2012, dan 2015. Sementara Ronaldo, memperoleh gelar yang sama empat kali.

Urusan Sepatu Emas Eropa, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sama kuat. CR7 terlebih dahulu mendapatkan empat gelar. Sementara, Messi menyusul dengan tambahan trofi pada 2015 dan tahun ini. Dominasi mereka berdua membuat bintang-bintang lain yang terlahir di era yang sama, ibarat menguap.

Tidak hanya itu, Ronaldo dan Messi berburu gelar top skor Liga Champion sepanjang masa. CR7 juga merupakan top skor tersubur timnas Portugal. Hal yang sama juga dirasakan Messi di timnas Argentina. Keduanya juga sama-sama menjadi kapten timnas mereka di Piala Dunia 2018 mendatang.

Robert Lewandowski adalah salah satu nama yang ‘redup’ karena keberadaan Ronaldo dan Messi. Namun sang penyerang internasional Polandia sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu. Ia punya kalimat khusus kepada acara TV Polandia, Kuba Wojewodzki.

“Mungkin hanya dalam seratus tahun sekali, ada dua pemain sekelas mereka berdua, tampil di era yang sama. Jadi, saya bahagia bisa bermain di periode yang sama (denga Messi dan Ronaldo).”

Talenta Messi & CR7 Cuma Muncul Sekali Dalam 100 Tahun

Robert Lewandowski sendiri saat ini menikmati masa-masa sebagai pemain terbaik di Bundesliga. Ia sudah meraih lima gelar Liga Jerman bersama Bayern Munchen dan Borussia Dortmund. Produktivitas golnya juga mengerikan. Musim ini Lewa memimpin bursa top skor Liga Jerman dengan 13 gol.

Namun pencapaian ini bukannya tanpa perjuangan besar. Lewandowski mengakui, di awal karier, ia sempat terganggu dengan statusnya yang orang Polandia, yang tergolong ‘bukan siapa-siapa di dunia sepakbola’. Katanya, “Ketika  meninggalkan Polandia, saya memiliki inferior complex – seperti yang mungkin dialami setiap orang Polandia - yaitu rendah diri karena saya berasal dari Polandia dan (dicap) lebih buruk dari orang lain.”

“Mengapa bukan saya,? Mengapa bukan seseorang dari Polandia? Mengapa saya harus merasa lebih buruk daripada orang lain jika saya bisa berjuang untuk hal yang sama? (Dari pertanyaan seperti itulah) kepercayaan saya berkembang.”

Komentar Anda