Scroll to Top

Mirip ISPA, Ini Cara Membedakan Gejala Penyakit Difteri

By C Novita / Published on Tuesday, 05 Dec 2017

sakit

Penyakit difteri memiliki gejala yang hampir sama dengan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sehingga orang awam kadang mengira bahwa buah hatinya sedang mengalami batuk atau flu biasa.

Padahal kedua penyakit itu berbeda, dan harus mendapatkan pengobatan yang berbeda pula. Untuk mengenali penyakit difteri, ada satu gejala yang bisa jadi acuan bagi orang tua untuk segera membawa anak mereka ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Menurut Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI, Subuh, yang paling membedakan adalah adanya selaput berwarna abu-abu atau putih di tenggorokan dalam yang dikenal sebagai pseudomembran.

“Gejala difteri sama dengan ISPA seperti demam, batuk, ada sesak napas. Namun, ada perbedaannya. Ada pseudomembran (selaput) putih-putih tebal sekali di tenggorokan, ini khas difteri,” jelas Subuh.

Pasien yang memiliki pseudomembran biasanya akan diperiksa dahulu ke laboratorium untuk melihat apakah positif difteri atau tidak.

Setelah itu, dokter akan memberikan antibiotik khusus jenis eritromisin dan antidifteri serum (ADS) sebagai pengobatan.

Pemicu penyakit tersebut adalah bakteri Corynebacterium diptheriae yang ditularkan melalui media udara. Jika penderita difteri batuk, maka udara di sekelilingnya bisa saja dipenuhi bakteri sehingga orang lain mudah tertular.

Karena itu dianjurkan pasien untuk memakai masker untuk mencegah penularan kepada orang lain. Biasanya dokter akan memberikan obat profilaksis untuk perlindungan tubuh.

Walau umumnya sakit ini dialami oleh anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan orang dewasa yang daya tahan tubuhnya sedang lemah juga bisa tertular.

Apalagi jika belum mendapat imunisasi difteri lengkap dimasa kecilnya dulu.

 

 

 

Komentar Anda