Scroll to Top

Inilah Kunci Kemenangan Swansea Atas Arsenal

By Wan Faizal / Published on Monday, 16 Jan 2012

Kejutan terjadi di Stadion Liberty tadi malam kala tuan rumah Swansea City sukses menekuk tim kuat Arsenal dengan skor tipis 3-2, Minggu (15/1).

Suatu kebetulan kah kemenangan itu? Bagi orang awam, apa yang diraih Swansea mungkin hanyalah suatu kebetulan belaka mengingat mereka adalah tim promosi, sedangkan Arsenal adalah klub elite yang sudah kenyang gelar di Inggris.

Namun jika melihat catatan statistik pertandingan semalam, terlihat bahwa kemenangan yang diraih oleh The Swans bukanlah suatu keberuntungan. Mereka bahkan unggul dalam banyak aspek dibanding Arsenal.

Tim asuhan Arsene Wenger itu selama ini dikenal sebagai tim yang mengutamakan permainan cantik dengan passing pendek yang mengalir dari kaki ke kaki. Taktik itu memang berhasil diterapkan kala melawan tim lain. Namun, jurus tersebut sama sekali tidak berguna saat melawan Swansea tadi malam.

Mau bukti? Statistik menunjukkan Swansea menguasai 55% ball possession berbanding 45% milik Arsenal. Dalam hal jumlah passing, Swansea tercatat melakukan 526 passing dengan 80,4% diantaranya sukses. Sementara Arsenal mencatat 428 kali umpan dengan tingkat keberhasilan sebesar 78,7%.

Swansea juga unggul jauh dalam hal tendangan pojok, dimana mereka memperoleh sembilan sepak pojok berbanding dua milik Arsenal. Dalam hal efektivitas tendangan, Swansea juga unggul dari Arsenal. dari 10 tendangan, tercipta tiga gol. Bandingkan dengan Arsenal yang membutuhkan 18 tendangan hanya untuk mencetak dua gol.

Keberhasilan dalam hal melakukan passing yang berujung penguasaan bola yang baik tentu telah menjadi menu sehari-hari bagi Leon Britton dkk dalam latihan. Hal itu seperti yang diakui oleh manajer Swansea, Brendan Rodgers.

“Menguasai dua bagian penting di lini tengah, dua bek sayap Anda bergerak lebih maju dan mendorong striker dan penyerang sayap Anda untuk lebih maju, sementara gelandang tengah Anda bisa menguasai lini tengah” ujar Rodgers.

“Jika Anda menggambar sebuah garis horizontal dengan model itu, maka akan tercipta tujuh garis yang menjadi dasar permainan Anda. Dengan begitu, Anda bisa menciptakan umpan-umpan berbahaya dan mematahkan pertahanan lawan.”

Hal itu terbukti dengan bagaimana gol kedua dan ketiga Swansea tercipta. Gol yang dicetak oleh Nathan Dyer dan Danny Graham tercipta berkat kejelian para gelandang, dalam hal ini adalah Joe Allen dan Gylfi Sigurdsson yang memberi assist, melepas umpan terukur yang memudahkan Dyer dan Graham mencetak gol.

“Itulah model yang kami gunakan, sebuah model permainan modern yang mirip dengan yang diperagakan Barcelona,” lanjut Rodgers.

Seperti Barcelona? Ya benar, meski Swansea adalah tim kecil, tapi mereka berhasil menjadi tim terbaik kedua dalam hal umpan akurat di Premier League dibawah Manchester City. Sementara dalam kategori yang sama di tingkat klub-klub se-Eropa, Swansea berada di urutan keenam. Wow!

Hmm…jika sudah begini, ada yang masih berani menganggap remeh Swansea?

10 Klub Eropa dengan Tingkat Akurasi Umpan Terbaik:

  1. Barcelona: 89,2%
  2. Bayern Muenchen: 87%
  3. Manchester City: 86,2%
  4. Real Madrid: 85,8%
  5. Chelsea: 85,5%
  6. Swansea City: 85,2%
  7. AC Milan: 85,2%
  8. AS Roma: 84,9%
  9. Tottenham Hotspur: 84,7%
  10. Arsenal: 84,6%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda