Scroll to Top

Pengacara Fredrich Yunadi Resmi Tersangka KPK Terkait Setya Novanto

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 10 Jan 2018

Pengacara Fredrich Yunadi Resmi Tersangka KPK Terkait Setya Novanto

Fredrich Yunadi, mantan pengacara Setya Novanto, resmi menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diduga menghalang-halangi proses penanganan kasus korupsi e-KTP. Namun status Fredrich ini mengundang reaksi dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). Kuasa hukum Fredrich, Sapriyanto Refa juga mensinyalir adanya upaya kriminalisasi terhadap kliennya.

Fredrich Yunadi dikenal publik dengan beberapa kalimatnya yang menggelitik selama menjadi kuasa hukum Setya Novanto. Misalnya, ia pernah menggambarkan benjol di kepala SetNov bagai ‘segede bakpao’. Di kesempatan lain, Fredrich juga mengungkapkan dirinya biasa keluar negeri, dan menghabiskan hingga Rp 3 M.

Namun sejak 8 Desember 2017 lalu, KPK resmi mencegah Fredrich berpergian keluar negeri dalam jangka waktu enam bulan. Dan kini Rabu, 10 Januari 2018, juru bicara KPK Febri diansyah mengungkap, sang pengacara kini resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menuturkan, “Kalau proses lanjutan dari penyelidikan sudah dilakukan. Informasinya sudah penyidikan. Sore ini (penetapan tersangka Fredrich) akan diumumkan.”

Fredrich Yunadi

Sebagai catatan, Fredrich menjadi pengacara Setya Novanto pada Oktober hingga November 2017. Kala itu, Fredrich termasuk pihak yang memberi saran agar Setnov tak memenuhi panggilan penyidik KPK, baik dalam posisinya sebagai saksi ataupun dalam posisi ketika sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Fredrich juga mengingatkan, bahwa Setnov, seperti halnya anggota DPR, memiliki hak imunitas. Dengan demikian, pemanggilan KPK terhadapnya hanya bisa dilakukan jika ada izin dari Presiden Jokowi.

Fredrich sendiri sudah tidak berposisi sebagai pengacara Setya Novanto lagi. Ia mundur bersama Otto Hasibuan menjelang perkara SetNov masuk ke pengadilan.

Terkait penetapan Fredrich ini, Peradi sudah membentuk tim hukum untuk membela sang tersangka. Dikutip dari CNN Indonesia, dasar yang digunakan adalah, Pasal 16 UU Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat,bahwa advokat/ pengacara tidak dapat dituntut baik secara pidana maupun perdata sejak ia menerima kuasa. UU ini juga sudah dikuatkan dalam putusan uji materi di Mahkamah Konstitusi.

Wakil Ketua Umum DPN Peradi Sapriyanto Refa, menyebutkan, tindakan KPK menjadikan Fredrich sebagai tersangka adalah bentuk pelecehan. Hal ini juga bisa menjadi preseden buruk untuk kejadian di kemudian hari.

Refa, dikutip dari CNN Indonesia menuturkan, “Apakah kita membiarkan UU Advokat dinjak-injak KPK (dengan penetapan tersangka Fredrich)? Sebab tidak ada upaya merintangi penyidikan yang(di)lakukan (olehnya) selama membela Pak SN.”

Foto: detik.com, CNN Indonesia.

Komentar Anda