Scroll to Top

Real Madrid Tak Minat Mainkan Sepakbola Indah, Beda Dengan Barca!

By vratislav / Published on Wednesday, 10 Jan 2018

Real Madrid Tak Minat Mainkan Sepakbola Indah, Beda Dengan Barca! 2

Real Madrid tidak berminat untuk memainkan sepakbola indah. Demikian yang diklaim oleh Xavi Hernandez, legenda Barcelona. Berbeda dengan Barca yang punya pakem tiki-taka, Xavi melihat budaya tersebut kurang di Madrid, meski sama-sama tim juara.

Dalam empat tahun terakhir, Real Madrid menjadi raja Eropa alias juara Liga Champion tiga kali. Bersama Zinedine Zidane, mereka bahkan menjadi tim perrtama yang mampu mempertahankan trofi Liga Champion di era modern.

Namun bukan berarti Madrid tanpa cacat. Menurut Xavi, ada perbedaan besar antara Los Blancos dengan Barcelona, yaitu soal filosofi bermain. Sementara Barca mati-matian mempertahankan jargon tiki-taka, Madrid tidak punya filosofi yang paten.

Xavi membandingkan, gaya bermain Barcelona adalah yang tersulit di dunia. Barulah Real Madrid, meski sama-sama menyerang, ada di urutan berikutnya.

Kata Xavi kepada El Pais, “Barcelona adalah ujian terakhir bagi seorang pemain. Klub ini adalah yang paling sulit dan paling menuntut di dunia. Madrid tidak bermain begitu indah .. ”

Real Madrid Tak Minat Mainkan Sepakbola Indah, Beda Dengan Barca!

“Di (Santiago) Bernabeu, jika seorang bek membuang bola ke tribun, hal itu baik-baik saja. Demikianlah budaya di sana. Fans bertepuk tangan.”

“Di Camp Nou (sebaliknya), jika Anda membuang bola ke tribun, ada gerutuan sangat keras, (tindakan itu dianggap) benar-benar negatif, (dan hal itu berlaku) sejak era Johan Cruyff.”

Xavi menambahkan,”Madrid era Mourinho mengirim bola langsung (dari bek ke para penyerang) dengan umpan-umpan lambung.”

“Mourinho berpesan kepada pemainnya untuk tidak menghentikan bola, bermain dengan cepat dan kemudian [Angel] Di Maria, Cristiano [Ronaldo] atau [Karim] Benzema akan menggempur. Kini mereka melakukannya melalui Gareth Bale. Mereka tidak mau memainkan sepakbola.”

Sepeninggal Jose Mourinho yang dikenal dengan gaya bertahannya, Real Madrid mendatangkan para pelatih dengan gaya menyerang. Dimulai dari Carlo Ancelotti, lalu Rafael Benitez, hingga akhirnya Zinedine Zidane.

Meskipun demikian, menurut Xavi tetap ada perbedaan antara Real Madrid dan Barcelona. Jika Barca bermain dalam satu unit yang utuh, dengan tiki-taka, maka Madrid bermain terpecah, dengan tujuh pemain menyerang, dan Casemiro serta dua palang pintu bertahan.

Komentar Anda