Scroll to Top

ISL: Tim Promosi Berkubang di Papan Bawah

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 16 Jan 2012

Ada empat klub ISL musim ini yang diuntungkan dengan keputusan Kongres Bali. Mereka adalah PSAP Sigli, PSMS Medan, Gresik United, dan Persiram Raja Ampat. Keempatnya sebenarnya cuma terhenti di babak 8 besar Divisi Utama musim lalu. Namun, empat tim ini diloloskan ke ISL 2011/2012.

Persidafon

Alasannya, menurut Kongres Bali yang diklaim valid oleh PT LI, musim depan, kompetisi tertinggi Indonesia harus dihuni 18 klub.

Padahal, musim lalu ISL cuma tersisa 15 klub gara-gara tiga lainnya hijrah ke Liga Primer Indonesia. Belum lagi dengan Persiba Bantul, Bontang FC, Arema (yang membuat ada Arema ISL), Semen Padang, dan Persijap yang bertahan di liga baru, Liga Prima Indonesia.

Alhasil, ada gap 4 klub yang kosong. Demi memenuhi kuota kongres, 4 klub di atas pun dimasukkan ke ISL berdasarkan peringkat terbaik mereka musim lalu (8 besar Divisi Utama). Apa hasilnya hingga sejauh ini? Keempatnya, kecuali PSMS, menjadi bulan-bulanan.

Persiram Raja Ampat

Di antara keempat tim “promosi kongres Bali”, Persiram yang paling menderita. Klub yang awalnya berasal dari kepulauan Raja Ampat, Papua Barat, menjadi klub pengembara musim ini. Mereka memakai Stadion Lebak Bulus.

Tujuh pertandingan berlalu, cuma dua poin yang diraih. Pasukan Bambang Nurdiansyah kalah 5 kali. Persiram juga terbobol 21 kali dalam jumlah laga tersebut. Mereka bahkan menjadi bulan-bulanan Persija (kalah 0-6) dan Persela (kalah 5-1). Terakhir, Persiram yang diperkuat Okto Maniani, cuma bisa bermain imbang dengan Persegres atau Gresik United 1-1.

Saat ini, Persiram memang sudah tidak menduduki peringkat terbawah klasemen. Namun, mengingat jumlah pertandingan yang lebih banyak daripada tim di bawahnya (Arema ISL dan PSAP Sigli), peluang terdegradasi akhir musim terbuka lebar.

PSAP Sigli

Setali tiga uang dengan Persiram, PSAP sebagai klub promosi, tak bisa berbuat banyak. Hingga Senin ini, mereka masih mendulang satu poin saja dari lima pertandingan.

Ditaklukkan Persisam di laga perdana ISL, mereka kemudian tumbang dari Mitra Kukar (2-3). Sempat menahan imbang Persib 1-1 di Si Jalak Harupat, Harimau Sumatra melempem di dua laga terakhir. Mereka dijungkalkan Pelita Jaya 5-2 dan terakhir ditekuk gol tunggal Boaz Sollosa dalam laga kandang.

Persegres

Persegres atau Gresik United memiliki seorang Gaston Castano yang sempat menjadi top skorer sementara ISL. Namun, bicara kualitas, Persegres kurang mampu bersaing di kompetisi tertinggi versi PT LI.

Mereka baru mengumpulkan 7 poin dalam 7 pertandingan. Ini hasil dari 2 kali menang, sekali imbang, dan 4 kali dibekap lawan. Prestasi bagus? Di bawah Persegres, cuma ada tim-tim promosi plus Arema ISL, yang sama sekali bukan Arema musim lalu.

PSMS

Klub promosi hasil Kongres Bali terbaik, saat ini PSMS. Memang, mereka baru mengumpulkan 6 poin, kalah dari Persegres. Dari segi jumlah, Ayam Kinantan baru berlaga 5 kali, dengan memetik 1 kemenangan, 3 kali imbang dan sekali kalah.

PSMS ISL yang dibintangi Markus Haris Maulana, memang dihuni pemain-pemain berpengalaman. Namun, tetap saja lampu kuning layak diberikan untuk PSMS. Dua kali memetik 1 poin di laga kandang bukan catatan menarik untuk klub ISL.

Dua Klub Non Promosi Kongres Bali

Selain keempat tim ini, ada dua lagi yang berada di posisi terbawah. Persidafon yang diperkuat Patrick Wanggai, sementara terjerat di peringkat 15 dengan enam poin. Setara dengan PSMS, Persidafon menuai tiga hasil imbang. Bedanya, Gabus Sentani sudah tiga kali menelan kekalahan tumbang.

Persidafon sendiri mendapatkan jatah ke ISL dengan cara “resmi” tanpa Kongres Bali. Mereka memenangi play-off promosi/degradasi atas Bontang FC dengan skor 3-2.

Satu lagi peserta zona degradasi adalah Arema ISL. Dengan pemain yang kurang mampu bersaing, hal wajar jika hingga hari ini mereka baru mengemas 1 angka dalam 6 laga.

Masih ada 26-27 pertandingan ke depan untuk membuktikan kualitas sebenarnya klub-klub promosi ini. Apakah mereka memang layak berlaga di kasta tertinggi versi PT LI? Waktu yang akan menjawabnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda