Scroll to Top

Liga Spanyol: Delapan Tim Masih Berebut Dua Tiket Sisa ke Liga Champions

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 17 Jan 2012

Suka atau tidak, klub-klub yang tinggal di Liga Spanyol harus mengakui, tidak ada yang bisa menggangu persaingan Real Madrid dan Barcelona dalam beberapa tahun belakangan. Keduanya seperti bermain sendiri dan 18 klub lain cuma datang sebagai pelengkap.

Tim Perebut TIket Liga Champions

Kenyataan pahit ini disikapi dengan baik oleh delapan klub yang sekarang menduduki peringkat 3 hingga 10 klasemen. Mau tidak mau, gelar juara bagi mereka musim ini adalah posisi tiga teratas. Kalau tidak, tiket terakhir ke Liga Champions musim 2012/2013.

Nah, di sinilah letak menariknya Liga Spanyol. Jarak Levante sang peringkat empat dengan Atletico Madrid sang peringkat 10 cuma 7 angka. Levante mengumpulkan 30 poin sementara Rojiblancos 23 angka. Mengingat masih ada 20 pekan lagi, posisi ini sangat rawan berubah. Nah, siapa saja kedelapan tim yang berpeluang meraih tiket ke kompetisi terbesar antar klub Eropa?

Valencia (34 poin)

Pasukan Unai Emery adalah yang terdepan dalam peluang meraih posisi ketiga La Liga. Valencia mencatat 10 kemenangan dalam 18 laga atau setara dengan 63%. Jika mereka mau lebih konsisten menghadapi klub-klub lemah. Dua dari 4 kekalahan mereka musim ini dibuat oleh Real Sociedad (0-1) dan Real Betis (2-1).

Levante (30 poin)

Kejutan terbesar La Liga musim ini memiliki rerata kemenangan 50%. Semestinya, jika dilihat dari penampilan mereka ketika di Ciutat de Valencia, Levante cukup mampu mengamankan satu tiket terakhir. Tercatat, peluang Sang Katak di kandang mencapai 62,5%. Masalah utama pasukan JIM adalah mental yang rapuh ketika bermain dengan klub-klub elite. Mereka dihajar Valencia di kandang sendiri 0-2, Barcelona 5-0 dan baru-baru ini takluk oleh Athletic Bilbao 3-0.

Athletic Bilbao (26 poin)

Bilbao masih sedikit labil untuk meraih tiket ke Liga Champions. Mereka terlalu banyak seri dengan klub-klub yang semestinya bisa ditumbangkan.

Yang unik, 5 dari 6 kemenangan Bilbao malah terjadi pada klub di posisi 10 besar. Bahkan, pasukan San Mames seperti mendapatkan tenaga ekstra ketika bertemu dengan tim elite. Barcelona ditahan 2-2 dan Atletico Madrid malah tertimpa musibah dihancurkan 3-0. Namun, memenangi 33% dari total laga jelas menjadi hal yang cukup riskan untuk pelatih Marcelo Bielsa.

Osasuna (26 poin)

Osasuna sama mengejutkannya dengan Levante. Mereka sekarang berkutat di zona Europa League. Osasuna memiliki rekor kemenangan yang sama dengan Bilbao, 33%. Bedanya, hasil laga mereka meningkat dari hari ke hari.

Tercatat, dalam 10 laga terakhir di La Liga, mereka mengoleksi 16 poin. Namun, Osasuna tetap saja memiliki cacat. Untuk tim yang pernah dilumat Barcelona 8-0 dan Real Madrid 7-1, awan gelap tetap menghantui hingga akhir musim. Kemungkinan, Osasuna akan tergeser di pekan-pekan berikutnya.

Sevilla (25 poin)

Mereka pernah menyamai rekor Barcelona yang tak pernah terkalahkan hingga pekan kesembilan musim ini. Namun, seperti terkena kutukan Los Cules gara-gara mampu menahan imbang Barcelona 0-0 di laga away, Sevilla kemudian kalah 5 kali dalam 9 pertandingan berikutnya. Perbedaan dengan tim lain, klub yang bermarkas di Ramon Sanchez-Pijzuan memiliki “tradisi apik” hampir selalu lolos ke Europa League dalam beberapa tahun terakhir.

Malaga (25 poin)

Malaga berisi pemain berpengalaman yang didatangkan oleh Syekh Al-Thani. Sempat tampil mengejutkan di awal musim, pasukan Syekh sekarang sudah menderita tujuh kekalahan. Namun, Malaga memiliki keuntungan dengan tersingkir di Copa del Rey. Mereka akan lebih fokus untuk lolos ke Eropa sehingga sang Syekh akan lebih suka menabur uang di La Rosaleda.

Espanyol (25 poin)

Rekan “senegara” Barcelona yang nasibnya berbeda ini memiliki rekor laga kandang dan tandang yang hampir mirip. Espanyol memetik 13 poin di kandang dan 12 sisanya di luar Cornella El-Prat. Masalah utama Espanyol adalah lini depan yang melempem. 19 gol dari 18 pertandingan sama sekali bukan hal yang menarik tiket Europa League, apalagi Liga Champions.

Atletico Madrid (23 poin)

Klub ini masih berbulan madu dengan Diego Simeone. Dalam dua laga terakhir, tak pernah terbobol. Namun, sampai kapan Radamel Falcao bisa mencetak gol dan sampai kapan Atletico Madrid bisa konsisten, tidak ada yang tahu. Pasalnya, kala dilatih Gregorio Manzano, klub ini bagaikan remaja labil. Sekali menang dan berbahagia, laga berikutnya terseok.

Jangan lupa, Diego Simeone datang ketika 7 pemain kunci yang sukses membawa Atletico Madrid juara Europa League, hilang. Namun, melihat permainan tim ketika Simeone hadir, rasanya Atletico Madrid malah berpeluang meraih tiket ke Europa League dari tim-tim di atasnya, kecuali Athletic Bilbao.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda