Scroll to Top

Cokelat Ingin Kemas Melayu Menjadi Rock

By Aditya / Published on Tuesday, 17 Jan 2012

Selama ini Cokelat dikenal sebagai band rock yang cukup idealis, namun lagu-lagunya ternyata tetap laris, setidaknya ketika Kikan Namara masih menjadi vokalisnya. Tetapi, setelah Kikan Namara hengkang dan digantikan oleh Sarah Hadju, gaung Cokelat semakin lirih. Fans Cokelat pun banyak yang mengkritik penampilan Sarah Hadju.

Desember 2011 silam, hubungan Sarah Hadju dan Cokelat usai sudah. Cokelat lantas merekrut vokalis baru, yakni Jackline. Bersama vokalis anyarnya ini, Cokelat berharap mampu kembali merebut hati para penggemarnya dan bisa berbicara banyak di belantika musik tanah air.

Boleh jadi sebagai strategi, Cokelat mulai melirik musik Melayu yang sempat merajai industri musik di Indonesia. Tapi jangan salah, Cokelat tidak pindah aliran. Cokelat hanya mengemas musik Melayu tetap dalam bingkai rock.

”Kita bisa kemas musik Melayu jadi rock. Intinya musik itu kemasannya,” ujar Ronny, pembetot bass Cokelat di Jakarta, Senin (16/1), seperti dikutip dari Okezone.

Lagu melambai khas Melayu yang dipilih Cokelat adalah ”Betapa Aku Mencintaimu” (BAM) yang pernah dipopulerkan oleh band Vagetoz beberapa tahun silam. Menurut Ronny, Cokelat merasa tertantang untuk menggubah lagu yang semula mendayu-dayu ini menjadi lebih sangar dengan polesan pop rock khas Cokelat.

Cokelat sendiri pernah memainkan ulang lagu BAM secara live ketika tampil di sebuah acara televisi. Sebaliknya, Vagetoz pun membawakan lagu Cokelat dengan gaya mereka sendiri. Dari situlah terbersit gagasan untuk mengolah BAM versi Cokelat dengan lebih serius.

”Dapat lagu ini (BAM) tidak sengaja. Saat kita tampil di salah satu televisi kita kan recycle lagu Vagetoz, Vagetoz juga recycle lagu Cokelat,” ujar Ronny.

Patut dinanti bagaimana hasil olahan rock ala Cokelat terhadap lagu BAM. Penampilan Cokelat dengan formasi baru pun sudah ditunggu-tunggu oleh para penggemarnya. Cokelat kini diawaki oleh Edwin Marshall (gitar), Ronny (bas), Jackline (vokal), Ernest (gitar), dan Otto (drum).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda