ole gunnar solskjaerPermainan Javier ‘Chicharito’ Hernandez kerap disamakan dengan seniornya, Ole Gunnar Solksjaer. Kedua striker ini sama-sama berwajah innocent sekaligus terkenal sebagai predator dalam kotak penalti lawan. Maka, tidak ada salahnya jika kali ini kita membahas sang pendahulu, Solksjaer.

Ole Gunnar Solksjaer  lahir pada 26 Februari 1973 di Kristiansud, Norwegia. Ia memulai kariernya di liga lokal dengan memperkuat  Clausenengen dan Molde. Bakat Solksjaer terlihat kala pada musim 1994 bersama Clausenengen, ia mampu mengemas 31 gol dari 47 pertandingan. Musim berikutnya, ia mencetak 20 gol dari 26 pertandingan untuk Molde.

Kecemerlangan Solksjaer dilirik Sir Alex Ferguson. Pada musim 1996/1997, Manchester United memboyongnya dan sejak saat itu pula Solksjaer menjadi salah satu super sub ternama. Gol-gol Solksjaer hampir selalu membantu Setan Merah lolos dari kekalahan atau memenangkan pertandingan. Yang sensasional tentu dalam final Piala Champions 1999.

Kala itu Solksjaer dan Teddy Sheringham yang turun sebagai pemain pengganti, tampil luar biasa. Masing-masing mencetak gol di injury time. Sebenarnya, hingga menit 90 Bayern Muenchen telah unggul 1-0. Namun, gol Sheringham dan Solksjaer mampu menjungkirkan keadaan. Untuk pertama kalinya di tangan Ferguson, Manchester United memenangkan Liga Champions. Berkat golnya ini, para fans Manchester United membuatkannya lagu “Who Put the Ball in the Germans’ Net?”

Musim-musim berikutnya, Solksjaer masih saja menjadi super sub. Ia mungkin tak bermain sejak awal pertandingan mengingat MU memiliki striker-striker hebat. Mulai dari masa Andy Cole-Dwight Yorke, Ruud van Nistelrooy, Diego Forlan, hingga Wayne Rooney. Namun, kualitas yang ditampilkan sang pembunuh berwajah bayi ini membuatnya memberikan kesan tersendiri di Old Trafford.

Seiring usia tua dan rentannya cedera, Solksjaer perlahan mulai kehilangan posisi di tim Fergie. Akhirnya, Solksjaer pensiun pada musim 2007/2008. Pertandingan perpisahannya diselenggarakan pada 2 Agustus 2008, kala Manchester United bertemu dengan Espanyol.

Kini, Solksjaer melatih bekas klubnya, Molde. Di bawah Solksjaer, awalnya Molde tampil buruk, sekali kalah dan sekali seri. Namun, belakangan, Solksjaer cukup mampu menata stabilitas timnya di liga lokal.

Menyoal peluangnya kembali ke Manchester United, Solksjaer sebelumnya melatih tim cadangan Manchester United sejak 2008 hingga 2011. Rasanya, jika Sir Alex Ferguson pensiun, nama Solksjaer bisa saja disodorkan sebagai pengganti.