Scroll to Top

Red Bull Resmi Luncurkan Mobil RB14 Di F1 2018, Bakal Saingi Mercedes?

By vratislav / Published on Monday, 19 Feb 2018

Red Bull Resmi Luncurkan Mobil RB14 Di F1 2018 (1)

Red Bull resmi meluncurkan mobil RB14 untuk Formula 1 musim ini. Masih mengandalkan Max Verstappen dan Daniel Ricciardo untuk mengemudikan mobil tersebut, Red Bull jelas memiliki misi untuk tidak mengulang kesalahan musim lalu, kala tak bisa mengimbangi Mercedes dan Ferrari.

Musim lalu, Red Bull gagal mengulang keberhasilan di F1 2016. Tim asal Austria itu hanya mengumpulkan 368 poin. Sangat jauh dari Mercedes dan Ferrari. Nama yang disebut kedua, malah tampak menyalip perkembangan Red Bull sebagai ancaman paling serius untuk Mercedes.

Jika ukurannya adalah gelar juara seri, musim lalu Red Bull mendapatkan tiga kemenangan. Jumlah ini lebih banyak daripada tahun sebelumnya. Namun dari segi performa, terutama Max Verstappen, tim tersebut lebih buruk.

Kini muncul RB14 sebagai jawaban atas RB13 yang mengecewakan. Dalam peluncurannya, RB14 tampak memiliki desain berbeda warna biru-kamuflase. Namun bukan berarti Red Bull sudah lelah dengan warna khas mereka: merah dan biru gelap. Desain final untuk mobil RB14 baru ditampilkan pada tes pramusim di Catalunya.

Red Bull Resmi Luncurkan Mobil RB14 Di F1 2018 (2)

Pabrikan mobil Inggris Aston Martin menampilkan merek mereka di bagian badan mobil dan sayap belakang RB14. Aston Martin akan menjadi sponsor utama Red Bull mulai tahun ino, setelah memutuskan untuk meningkatkan keterlibatan mereka dengan bus F1

RB14 akan didukung dengan power unit Renault V6 turbo hybrid, yang akan tetap dicap sebagai TAG Heuer untuk musim ketiga secara beruntun. RB14 kemungkinan akan menjadi mobil Red Bull F1 terakhir yang membawa mesin Renault, karena pabrikan Prancis tersebut memutuskan untuk menarik diri dari kesepakatan pasokan mesin dengan Red Bull di akhir musim.

Tantangan ada di depan mata untuk Daniel Ricciardo, mengingat ia menjadi pebalap utama Red Bull sampai sekarang. Akan halnya Max Verstappen yang musim lalu begitu sering mengalami DNF, akan tiba di musim keduanya tampil secara penuh untuk tim elite Formula 1. Jelas ini adalah persimpangan jalan yang penting untuk semua elemen di Red Bull.

Komentar Anda