Scroll to Top

Argentina Pecah Rekor Kalah Terburuk, Sampaoli: Kami Ditampar Spanyol!

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 28 Mar 2018

Argentina Pecah Rekor Kalah Terburuk, Sampaoli Kami Ditampar Spanyol! (1)

Argentina memecahkan rekor kekalahan terburuk saat dilumat Spanyol 6-1. Padahal mereka datang ke Piala Dunia 2018 dengan status favorit. Pelatih Jorge Sampaoli terang-terangan berbicara, timnya bermasalah dengan mental setelah ditampar Spanyol.

Dalam sejarah, hanya dua kali sebelumnya Argentina menelan kekalahan seburuk saat dipukul Spanyol. Albiceleste pernah dipukul Cekoslovakia pada 1958, lalu dibungkam Bolivia di kualifikasi Piala Dunia 2010 dengan skor sama persis, 6-1.

Argentina kebobolan dua gol di babak pertama, lantas dihancurkan dengan empat gol tambahan di paruh kedua. Ini sangat memalukan. Walaupun Albiceleste menurunkan tim ‘B’ mereka di partai tersebut, tidak ada alasan bagi pasukan Jorge Sampaoli dihajar seburuk itu.

Walaupun Lionel Messi, Sergio Aguero, dan Angel Di Maria tidak tampil, Spanyol seharusnya tak bisa menghancurkan pertahanan Argentina yang memiliki segudang pemain berpengalaman.

Andres Eliceche dari La Nacion menyebutkan, “Spanyol mempermalukan Argentina di Madrid. Hasil ini adalah pukulan telak di wajah. Tanpa Messi, timnas Argentina tidak selevel dengan tim raksasa.”

Jorge Sampaoli sendiri, melihat kinerja Argentina yang buruk, menuturkan, “Kekalahan ini tidak bisa terjadi pada kami di Piala Dunia. Spanyol telah menampar kami, (tetapi) kami harus tetap bekerja.”

Argentina Pecah Rekor Kalah Terburuk, Sampaoli Kami Ditampar Spanyol! (2)

“Saya harus memecah-mecah lagi apa saja kejadian di pertandingan (Spanyol vs Argentina) dengan baik dan memutuskan (apa yang kurang dari kami). Anda harus menyelesaikan masalah emosional. Kami tidak berharap lawan sekuat itu.”

“Di babak kedua, Spanyol mencengkeram kami dengan menyerang langsung. Gol yang sangat cepat datang dan itu membuat perbedaan dalam hasil.”

“Hasil (6-1) ini menjelaskan bahwa kami perlu menjalani partai seperti ini untuk menyusun skuat final dan tetap bekerja sehingga hal-hal tidak terjadi [seperti ini] di Piala Dunia.”

“Tujuannya adalah untuk mempertahankan diri lebih banyak dengan penguasaan bola. (Dalam laga melawan Spanyol) kami tidak memiliki aspek pertahanan untuk mencapai keseimbangan dan soliditas yang kami harapkan.”

Komentar Anda