Scroll to Top

Tepung dan Susu Adalah Pantangan Anak Autisme, Ini Alasannya

By C Novita / Published on Monday, 09 Apr 2018

susu kemasan

Anak dengan autisme memiliki pantangan makanan yang tak boleh dilanggar, yakni semua yang mengandung tepung serta susu. Jika jenis makanan ini masih dikonsumsi walau sedikit, maka akan ada efek yang akan terjadi.

Tepung terigu mengandung gluten, yakni protein yang ada di dalam tepung tersebut. Sedangkan pada susu ada kandungan kasein. Apa efek dari kedua zat ini pada tubuh anak autis?

Menurut konsultan ABA dan BIT, Rudy Sutadi, gluten dan kasein berbahaya bagi jaringan saraf di dalam tubuh anak yang mengalami autisme, karena kedua zat itu dapat berubah jadi zat morfin dalam tubuh anak.

“Gluten dan kasein akan berubah jadi zat morfin pada tubuh anak autisme. Ini membentuk rantai ribuan morfin, yang berubah menjadi rantai asam amino. Dari rantai itu muncul beta morfin peptida (zat mirip morfin),” jelas Rudy.

Zat ini, tidak bisa diserap oleh tubuh anak autisme, sehingga pada akhirnya merusak saraf dan jaringan tubuh sebab peptida masuk ke aliran darah.

Anak pun jadi sulit mengembangkan kemampuan berinteraksi serta komunikasinya, sebab pengaruh zat morfin itu.

Jadi bila Anda ingin kemampuan anak untuk belajar berkomunikasi dan interaksinya berkembang seperti normal maka jauhkan anak dari berbagai makanan yang berbahan tepung dan susu.

Hal ini kadang dikeluhkan oleh orang tua, karena sebagian besar makanan anak-anak mengandung kedua zat tersebut. Apalagi makanan instan seperti roti, kue, biskuit, dan lainnya sangat disukai anak-anak.

Anak dengan autisme sebaiknya diberikan jenis makanan alami saja, semisal kacang-kacangan, ikan air tawar dan sayuran segar. Makanan ini lebih aman, banyak nutrisi dan menyehatkan mereka.

 

 

 

Komentar Anda